Dark/Light Mode

Kesepakatan Bisnis Indonesia Afrika Naik 6 Kali Lipat, Tembus 3,5 Miliar Dolar AS

Senin, 2 September 2024 16:06 WIB
Forum Indonesia-Afrika ke-2 dan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi-Pihak dibuka hari ini (2/9/2024) di Nusa, Dua, Bali. Presiden RI Joko Widodo membuka dan memimpin kedua pertemuan tingkat tinggi tersebut sekaligus. (Foto: Ist)
Forum Indonesia-Afrika ke-2 dan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi-Pihak dibuka hari ini (2/9/2024) di Nusa, Dua, Bali. Presiden RI Joko Widodo membuka dan memimpin kedua pertemuan tingkat tinggi tersebut sekaligus. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Indonesia-Afrika ke-2 dan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi-Pihak dibuka hari ini (2/9/2024) di Nusa, Dua, Bali. Presiden RI Joko Widodo membuka dan memimpin kedua pertemuan tingkat tinggi tersebut sekaligus.

Mengawali sambutannya, Presiden menyoroti kondisi perekonomian global yang tidak menentu akibat ketegangan geopolitik. Ia juga menyayangkan menurunnya solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global, semangat multilateralisme yang semakin menipis, serta menguatnya polaritas dan fragmentasi.

Baca juga : Telkom Siapkan Jaringan 20.000 Gbps Di KTT Indonesia Afrika Ke- 2 Bali

Presiden menegaskan negara-negara berkembanglah yang paling terdampak dari situasi ini. Ini tercermin dari pencapaian SDGs global yang baru mencapai 17 persen dari target.

“Dengan hanya enam tahun menuju 2030, dampak kegagalan ini dirasakan utamanya oleh jutaan orang di negara-negara berkembang. Karena itu, diperlukan arah dan visi baru untuk pembangunan yang lebih adil dan inklusif bagi negara-negara berkembang," tegas Presiden.

Baca juga : Pertamina Bidik Mitra Global Kembangkan EBT

Presiden menyampaikan Indonesia siap bermitra dengan semua negara dalam menunaikan komitmen tersebut, terutama dengan kawasan Afrika, utamanya dengan menghubungkan Semangat Bandung dengan Agenda Afrika 2063.

“Hasil kemitraan Indonesia-Afrika sangat nyata, dengan volume perdagangan meningkat pesat dan berbagai perjanjian perdagangan disepakati. 

Baca juga : Naik 10 Persen, Bisnis Remitansi BSI Tembus Rp 50 Triliun

Dalam kaitan ini, Presiden menyampaikan hasil kesepakatan bisnis (delive rables) dari pertemuan Indonesia-Africa Forum (IAF) tahun ini tercatat sebesar 3,5 miliar dolar AS, lebih dari enam kali lipat dari IAF pertama tahun 2018 yang senilai 586,6 juta dolar AS

 Sebagai penutup, Presiden menyampaikan rencana menyelenggarakan Platinum Jubilee of the Asian African Conference tahun depan untuk memperingati 70 tahun KTT Asia Afrika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.