Dark/Light Mode

Serang Pasukan Perdamaian, Israel Dikutuk 40 Negara

Senin, 14 Oktober 2024 08:33 WIB
Pasukan perdamaian PBB tengah berjaga. (Foto: Reuters)
Pasukan perdamaian PBB tengah berjaga. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ulah pasukan Israel menyerang pasukan perdamaian PBB yang bermarkas di Lebanon, membuat dunia benar-benar marah. Akibat serangan tersebut, 40 negara, termasuk Indonesia, ramai-ramai mengutuk Israel.

Israel benar-benar kurang ajar. Pasukan Zionis yang sedang melakukan serangan ke Palestina dan Lebanon, tiba-tiba menyerang pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon, Kamis pagi (10/10/2024). Akibat serangan itu, dua prajurit TNI yang bertugas di sana terluka di kaki karena terkena serangan tembak. UNIFIL menganggap serangan ini sebagai pelanggaran terhadap Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Serangan Israel tersebut segera menuai kecaman internasional. Puluhan negara yang berkontribusi dalam pasukan penjaga perdamaian PBB menyerukan agar serangan itu segera dihentikan dan diselidiki.

Pernyataan bersama yang diunggah misi Polandia untuk PBB di media sosial X, dan ditandatangani banyak negara kontributor UNIFIL, termasuk Indonesia, mengecam keras serangan Israel tersebut.

"Kami mengutuk keras serangan Israel baru-baru ini terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL," tegas pernyataan tersebut, seperti dilansir AFP, Minggu (13/10/2024).

Baca juga : Kemenaker Imbau Pelamar Cek Legalitas Perusahaan

"Tindakan seperti itu harus segera dihentikan dan harus diselidiki secara layak," lanjut pernyataan bersama tersebut.

Selain Indonesia, pernyataan itu ditandatangani India, Italia, Ghana, Nepal, Malaysia, Spanyol, Prancis, dan China. UNIFIL, dalam pernyataannya, menyatakan bahwa militer Israel "secara sengaja" menembak posisi pasukannya di Lebanon bagian selatan.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga jengkel dengan ulah Israel tersebut. Guterres lalu menyampaikan rasa solidaritas kepada tentara Indonesia yang terluka akibat serangan Israel tersebut.

"Izinkan saya menyampaikan solidaritas total saya untuk delegasi Indonesia. Dua penjaga perdamaian Indonesia (yang bertugas di Lebanon) cedera akibat tembakan Israel," kata Guterres, di KTT ASEAN-PBB ke-14 di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024).

Dia juga menyampaikan simpatinya kepada rakyat Indonesia menyusul serangan tersebut. "Kami bersama Anda dan rakyat Indonesia pada masa-masa ini," kata Guterres.

Baca juga : Pedagang Girang, Semoga Pengunjung Betah Belanja

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, serangan Israel itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Indonesia pun mengutuk keras serangan tersebut.

“Serangan terhadap personel dan properti PBB merupakan sebuah pelanggaran besar International Humanitarian Law dan juga Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701," ujar Retno di sela-sela rangkaian kegiatan KTT Ke-45 ASEAN di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024).

Ia menekankan, Indonesia meminta semua pihak untuk menjamin dihormatinya inviolability atau tidak dapat dilanggarnya wilayah PBB dalam segala waktu dan keadaan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd J Austin III ikut prihatin atas serangan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, Austin menekankan pentingnya menjamin keselamatan dan keamanan pasukan UNIFIL dan Angkatan Bersenjata Lebanon seraya menyerukan agar Israel selayaknya segera beralih ke jalur diplomatik.

"Menteri Austin juga mengangkat isu situasi kemanusiaan yang parah di Gaza, dan menegaskan bahwa langkah-langkah untuk mengatasinya harus diambil," tulis keterangan Pentagon, Sabtu (12/10/2024). 

Baca juga : Belgia Vs Prancis, Tim Ayam Jantan Tak Remehkan Lawan

Lalu bagaimana tanggapan Israel? Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabaikan semua kutukan itu. Pemimpin Zionis itu malah meminta PBB menarik misi penjaga perdamaian PBB dari Lebanon. 

"Sudah saatnya bagi Anda untuk menarik UNIFIL dari benteng pertahanan Hizbullah dan dari daerah pertempuran," kata Netanyahu, dalam pesan berbahasa Ibrani kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Minggu (14/10/2024). 

Netanyahu menuduh, pasukan UNIFIL digunakan sebagai perisai manusia oleh kelompok Hizbullah. Ia menyatakan, pihaknya telah berulang kali meminta penarikan pasukan UNIFIL dari zona bahaya, namun permintaan tersebut terus ditolak. Netanyahu mendesak agar pasukan perdamaian PBB segera dipindahkan untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.