Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hari Sumpah Pemuda, DWP Beijing Kenalkan Batik Ke Istri Dubes Dan Diplomat ASEAN
Selasa, 29 Oktober 2024 09:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar acara yang menarik yang bertajuk, 'A Journey into Indonesia's Batik Philosophy.'
Kegiatan ini diadakan di Wisma Duta Besar dan dihadiri oleh anggota ASEAN Ladies Circle (ALC) yang terdiri dari istri-istri Dubes serta diplomat dari negara-negara ASEAN, juga tamu undangan dari berbagai kedutaan besar lainnya.
Ketua DWP KBRI Beijing, Sih Elsiwi Handayani Oratmangun mengatakan, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan Batik Indonesia. Sosok yang karip disapa Wiwik ini mengingatkan bahwa batik adalah warisan budaya dunia yang diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009.
"Batik bukan sekadar kain, melainkan sebuah karya seni yang merefleksikan sejarah, nilai-nilai, dan filosofi bangsa Indonesia," kata Wiwik, dalam keterangan resmi yang diterima RM.ID, Selasa (29/10).
Baca juga : Habib Aboe : Sumpah Pemuda Modal Dasar Di Era Global
Di acara tersebut, para tamu diajak memahami filosofi di balik berbagai motif batik. Motif Kawung misalnya yang melambangkan kesucian hingga motif Mega Mendung yang mengajarkan ketenangan.

Sebuah video mengenai proses pembuatan batik tulis juga ditayangkan, untuk memberikan wawasan tentang teknik tradisional menggunakan alat seperti canting.
Acara semakin meriah dengan pagelaran busana Batik oleh anggota Beijing Indonesia Group (BIG). Berbagai motif, termasuk motif Buketan yang melambangkan cinta ditampilkan.
Baca juga : Rayakan Sumpah Pemuda, Pj Gubernur Jabar: Momentum Wujudkan Target Pembangunan
Selain itu, anak-anak Indonesia di Beijing ikut berpartisipasi, menampilkan permainan angklung dan tarian Poco-Poco, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Ia melanjutkan, acara ALC ini merupakan platform untuk memperkuat hubungan antarnegara ASEAN melalui pertukaran budaya. Tamu undangan, sebutnya dapat merasakan langsung keindahan budaya Indonesia, sekaligus berbagi budaya mereka masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan jamuan makanan khas Indonesia, termasuk lumpia, dadar gulung, dan laksa Medan, yang memanjakan lidah para pengunjung.
KBRI Beijing dan DWP berkomitmen untuk terus mempromosikan budaya Indonesia. Wiwik berharap acara serupa dapat meningkatkan pemahaman dan engagement publik Tiongkok terhadap nilai-nilai budaya Indonesia.
Anak-anak Indonesia di Beijing ikut berpartisipasi, menampilkan permainan angklung dan tarian Poco-Poco. Foto: KBRI Beijing
Baca juga : Peringati Sumpa Pemuda, Menko Pratikno: Kita Harus Bangun Energi Kolektif
Usai acara, para pengunjung menerima goodie bags berisi produk Indonesia yang populer di pasar Tiongkok, termasuk Santan Kara dan Mie Aceh, serta bingkisan khusus berupa kain Batik, sebagai kenang-kenangan menarik lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya