Dark/Light Mode

Ancam Saling Bunuh

Presiden Vs Wapres Filipina Makin Sengit

Senin, 25 November 2024 06:20 WIB
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (kiri) mengatakan akan membunuh Presiden Ferdinand MarcosJr, jika dia terbunuh.
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (kiri) mengatakan akan membunuh Presiden Ferdinand MarcosJr, jika dia terbunuh.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perselisihan semakin sengit antara dua dinasti politik yang paling berkuasa di Filipina. Puncaknya, Wakil Presiden (Wapres) Filipina Sara Duterte melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Pasca ancaman itu, jumlah personel Komando Keamanan Presiden (PSC) Filipina atau Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) untuk Marcos Jr dan keluarganya ditambah.

Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Ano mengatakan, langkah ini diambil karena semua ancaman yang membahayakan diri presiden dan keluarganya akan dianggap sebagai hal serius. Tidak peduli ancaman tersebut datang dari siapa.

“Semua ancaman yang membahayakan nyawa akan kami proses secara hukum dan dianggap sebagai ancaman atas keamanan nasional,” tegas Ano dikutip Reuters, Minggu (24/11/2024).

Dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Sabtu (23/11/2024), Sara Duterte melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Ferdinand Marcos Jr dalam konferensi pers pada Jumat (22/11/2024) tengah malam. Putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu menyatakan akan membuat Marcos Jr dibunuh jika dirinya tewas dibunuh terlebih dahulu.

Baca juga : Kejagung Siap Hadapi Gugatan 7 Perusahaan

Sara mengaku telah berbicara kepada salah satu personel tim keamanannya dan menginstruksikan untuk membunuh Marcos Jr, Ibu Negara Liza Araneta dan Ketua Parlemen Filipina Martin Romualdez, jika dia tewas dibunuh.

Sekadar informasi, Romualdez merupakan sepupu dari Marcos Jr.

Sara tidak menjelaskan lebih detail soal dugaan ancaman pembunuhan yang diterimanya.

“Saya mengatakan, jika saya terbunuh, jangan berhenti sampai kamu membunuh mereka,” tegasnya.

Situasi ini terjadi saat Sara Duterte menghadapi ancaman pemakzulan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina yang dipimpin Romualdez, yang diperkirakan akan maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2028.

Baca juga : Sherina Munaf Akur Lagi Dengan Suami

Romualdez sebelumnya memangkas hampir dua pertiga anggaran kantor Wapres Filipina. Sara Duterte telah mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pendidikan pada Juni lalu ketika hubungannya dengan Bongbong-sapaan Marcos Jr, semakin memburuk. Namun, Sara tetap menjabat sebagai Wapres Filipina.

Tidak hanya dengan Marcos Jr dan Romualdez, Sara juga berselisih dengan Araneta, Ibu Negara Filipina.

Beberapa waktu lalu, Araneta merasa sakit hati karena Sara tertawa saat ayahnya, mantan Presiden Duterte, dalam sebuah acara menuduh Marcos Jr sebagai “pecandu narkoba”.

Usai tuduhan itu, Marcos Jr balik menuding kesehatan Duterte menurun karena penggunaan opioid fentanyl yang kuat dalam jangka panjang. Tidak ada bukti kuat atas tuduhan-tuduhan tersebut.

Aliansi politik antara keluarga Duterte dan Marcos yang sebelumnya sangat kuat, hingga membawa mereka pada kemenangan dalam Pemilu tahun 2022, telah runtuh dan hancur dalam beberapa bulan terakhir. Aksi saling menuding dan retorika ekstrem semakin marak menjelang Pemilu dan Pilpres tahun 2028.

Baca juga : Temui Pangeran MBZ, Prabowo Dikawal 4 Pesawat Tempur

Pada Oktober lalu, Sara merasa dimanfaatkan setelah bekerja sama dengan Marcos Jr dalam memenangkan Pemilu secara telak. Dia juga pernah menuduh Marcos Jr tidak kompeten. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 25 November 2024 dengan judul "Ancam Saling Bunuh, Presiden Vs Wapres Filipina Makin Sengit"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.