Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kim Jong Un Sering Kirim Surat Ke Putin, Kesampingkan China
Rabu, 1 Januari 2025 23:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengirim surat ucapan 'Selamat Tahun Baru' untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (31/12/2024). Isi surat Kim memuji Rusia dan menggambarkan eratnya kerja sama Korut-Rusia. Perlakuan Berbeda 180 derajat d Korut ke China yang tampak semakin tegang
Kim memuji Rusia sebagai kawan seperjuangan, sementara perayaan 75 tahun hubungan Pyongyang-Beijing tanpa kesan. Seperti ada masalah tersembunyi.
"Dengan tulus atas nama dirinya sendiri (Kim Jong Un), rakyat Korea, dan semua anggota angkatan bersenjata DPRK kami mengucapkan kepada rakyat Rusia dan anggota militer Rusia yang gagah berani," kata Kim dalam suratnya.
Dalam surat tersebut, Kim menggambarkan tahun 2024 sebagai tahun yang akan mengangkat persahabatan Korea Utara-Rusia. Pemimpin Korut juga menyatakan kesediaannya untuk lebih memperkuat kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Kim juga menyatakan harapan bahwa tahun mendatang Rusia memenangkan peperangannya.
Baca juga : Sering Cedera, Ansu Fati Bakal Dilego Barcelona
Kim sering mengirim surat pribadi kepada Putin saat ada acara-acara penting. Pemimpin diktator itu pernah mengirim surat kepada Presiden Rusia saat ulang tahunnya yang jatuh pada 7 Oktober. Kim juga mengirim surat saat Hari Nasional Rusia, dan Hari Kemenangan pada 9 Mei.
Apa yang dilakukan Kim ke Putin bertolak belakang terhadap sekutu tradisionalnya, China. Ketika tahun ini menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, belum ada upacara atau acara penting yang diadakan secara terbuka untuk memperingati hubungan tersebut hingga hari terakhir tahun ini, selain upacara pembukaan pada April lalu di Pyongyang.
Pada hari pertama 2024, Presiden China Xi Jinping dan Kim Jong Un bersama-sama menetapkan tahun tersebut sebagai Tahun Persahabatan China-Korea Utara dan mengumumkan peluncuran serangkaian kegiatan peringatan. Faktanya, selain kunjungan delegasi China yang dipimpin anggota legislatif senior Zhao Leji untuk upacara pembukaan pada April 24, tidak ada kunjungan tambahan pejabat senior dari kedua belah pihak.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning juga menahan diri membahas topik tersebut. Wanita itu malah mengungkapkan, China dan Korutadalah tetangga yang bersahabat dan selalu menikmati persahabatan tradisional dan ikatan kerja sama.
Baca juga : Borneo FC Vs Persik Kediri, Berburu Poin Di Akhir Tahun
“China siap bekerja sama dengan Korut termasuk antara para pemimpin kedua negara dan untuk menjaga, mengkonsolidasikan, dan mengembangkan hubungan bilateral kita,” tambah Mao dalam konferensi pers, Senin (30/12/2024)
Dalam prakiraan tahunan mengenai lanskap global pada tahun 2025, Institut Urusan Luar Negeri dan Keamanan Nasional, di bawah naungan Kementerian Luar Negeri di Seoul, menilai bahwa China dan Korut dalam kondisi yang tegang dan meningkatkan rasa tidak puas dan ketidakpercayaan satu sama lain.
“Dinamika ini diperkirakan akan terus berlanjutsepanjang tahun 2025,” demikian bunyi laporan tersebut.
“Tiongkok perlu mempertahankan kerja sama strategis dengan Korea Utara di tingkat bilateral di tengah semakin ketatnya persaingan strategis dengan Amerika Serikat,” kata laporan itu.
Baca juga : Legislator Ingatkan Pemerintah Jamin Kelancaran Dan Kenyamanan Nataru
Laporan tersebut mencatat bahwa China berusaha menjauhkan diri dari kemitraan Rusia-Korea Utara yang semakin mendalam dan dengan hati-hati mengatur kebijakannya terhadap Uni Eropa dan Semenanjung Korea, tapi mengenyampingkan kasus penempatan pasukan Korea Utara ke Rusia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya