Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PM Kanada Umumkan Pengunduran Diri
Justin Trudeau: Saya Telah Berjuang Selama Ini Untuk Anda
Senin, 6 Januari 2025 23:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Liberal Kanada, Senin (6/1/2024). Dia tetap menjabat sebagai PM sampai penggantinya terpilih.
Pengumuman pengunduran diri ini disampaikan Trudeau (53) dalam jumpa pers di luar Rideau Cottage di Ottawa.
"Saya berniat untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin partai, sebagai perdana menteri, setelah partai memilih pemimpin berikutnya," kata Trudeau, dilansir APNews.
Dia telah meminta presiden Partai Liberal untuk memulai proses tersebut.
Baca juga : PLN Catat Pengguna Kendaraan Listrik Melonjak 3 Kali Lipat Selama Nataru
"Jika saya harus bertarung dalam pertarungan internal, saya tidak bisa menjadi pilihan terbaik dalam pemilihan umum yang akan datang," imbuhnya.
Parlemen Kanada akan ditangguhkan hingga 24 Maret sementara pemimpin baru dipilih.
Trudeau juga mengatakan telah berjuang untuk negara ini selama hampir 10 tahun menjabat.
"Setiap pagi saya bangun sebagai perdana menteri, saya terinspirasi oleh ketangguhan, kedermawanan, dan tekad warga Kanada," katanya, dilansir CNN.
Baca juga : Polres Cianjur Terjunkan Tim Pengurai Antrean Di Puncak Selama Libur Nataru
"Saya telah berjuang untuk negara ini, untuk Anda."
Trudeau, pemimpin Partai Liberal selama 11 tahun dan PM selama sembilan tahun, menghadapi serangkaian krisis yang memuncak, mulai dari ancaman tarif Donald Trump hingga pengunduran diri sekutu-sekutu utama dan jajak pendapat yang buruk. Dia tertinggal dari pesaing utamanya, Pierre Poilievre dari Partai Konservatif
Wakil Perdana Menteri Chrystia Freeland sudah mengundurkan diri Desember lalu, sebab, ia tidak setuju dengan Trudeau dalam menanggapi rencana Trump. Akhir bulan Desember, Trudeau mengumumkan perombakan besar-besaran pada kabinetnya. Ia mengganti sepertiga anggota timnya untuk meredakan kekacauan politik.
Pada November lalu, dia pergi ke Florida, AS untuk bertemu dengan Trump di perkebunannya di Mar-a-Lago. Kunjungan itu ia lakukan untuk mencegah perang dagang. Namun sejak itu, Presiden terpilih AS tersebut terus melancarkan serangan yang memalukan terhadap Trudeau di media sosial. Berulang kali, Trump memanggilnya "gubernur" Kanada. Trump bahkan bilang menjadikan Negeri Daun Maple itu sebagai negara bagian AS ke-51 adalah ide yang bagus.
Baca juga : Menkum Jelaskan Pengampunan Tindak Pidana Lewat Denda Damai
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya