Dark/Light Mode

Kapal Perang HMS Spey Bersandar Di Tanjung Priok 7 Hari

Inggris Ingin Perkuat Kerja Sama Dengan TNI AL

Kamis, 16 Januari 2025 23:02 WIB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey (tengah) didampingi Atase Pertahanan Inggris Captain Paul Matthews (kiri), Wakil komandan Lantamal Kolonel Laut (p) Whisnu (kanan), dan Komandan Kapal HMS Spey Paul Caddy pada acara penyambutan kedatangan Kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Spey yang melakukan kunjungan ke Indonesia di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2025). (Foto Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey (tengah) didampingi Atase Pertahanan Inggris Captain Paul Matthews (kiri), Wakil komandan Lantamal Kolonel Laut (p) Whisnu (kanan), dan Komandan Kapal HMS Spey Paul Caddy pada acara penyambutan kedatangan Kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Spey yang melakukan kunjungan ke Indonesia di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2025). (Foto Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Kolonel Wishnu mengatakan, awak kapal HMS Spey akan melakukan beberapa kegiatan selama kunjungan di Indonesia, antara lain olahraga bersama hingga evening reception.

Awak HMS Spey juga melakukan kegiatan pertukaran budaya dengan para mitra di Indonesia. Sebanyak 10 perwira angkatan laut Inggris yang ikut dalam kapal menunjukkan kebolehannya menari ‘Tarian Ondel-ondel Jakarta’. Mereka berkolaborasi dengan 10 perwira TNI AL menarikan tarian khas Jakarta itu.

Komandan HMS Spey Paul Caddy mengapresiasi penyambutan yang ramah dari TNI AL. Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Angkatan Laut Inggris membangun kemitraan dengan mitra-mitra di Indonesia.

Baca juga : Siapkan 13 Radar GCI, PT Len Industri Perkuat Pertahanan Udara Indonesia

“Kunjungan ini menegaskan komitmen berkelanjutan Inggris untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik,” kata Caddy.

Caddy menjelaskan, HMS Spey dikerahkan ke wilayah Indo-Pasifik secara permanen. Patroli kapaƂ ini dilakukan bersama dengan saudaranya, Kapal HMS Tamar. Kapal Inggris ini membantu mengatasi tantangan keamanan dan membantu negara-negara lain mengurangi dampak buruk perubahan iklim.

Baru-baru ini, HMS Spey melakukan survei lingkungan dan hidrografi serta pengambilan sampel air guna membantu studi terhadap perubahan iklim. Selain ramah lingkungan, Kapal HMS Spey digunakan untuk tugas-tugas penting. Kapal ini digunakan untuk operasi anti terorisme, antipembajakan dan antipenyelundupan.

Baca juga : DPD Ajak Filipina-RI Perkuat Kerja Sama

HMS Spey dibangun oleh perusahaan kapal asal Inggris, BAE Systems Naval Ships dan diresmikan pada 19 Juni 2019. HMS Spey memiliki panjang 90,5 meter, lebar 13 meter dan draft 3,8 meter. Dengan bobot 2.000 tons, kapal ini memiliki kecepatan maksimal 46 km/jam.

HMS Spey juga memiliki area Bridge atau area utama kapal yang menjadi tempat kapal dinavigasi, dikendalikan, dan dimanuver. Sementara, Deck Ship berfungsi untuk melakukan pemantauan dan terdapat senjata di atasnya. Kapal ini juga memiliki fasilitas medis, yang juga dapat digunakan untuk melakukan tindakan darurat.

Public Officer HMS Spey Letnan Stancliffe menambahkan, selain Indonesia, kapal jenis patroli lepas pantai ini pernah melakukan kunjungan ke Singapura, Malaysia, Kamboja, Filipina. Kapal ini juga akan melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.