Dark/Light Mode

Kerja Sama Ekonomi Berkembang Pesat

Perdagangan RI-KanadaTembus Rp 81,3 Triliun

Sabtu, 15 Februari 2025 04:05 WIB
Menteri Pembangunan Kanada Ahmed Hussen (tengah) diapit oleh Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton (kanan), dan Dubes Kanada untuk ASEAN Vicky Singmin di Kediamanan Dubes Kanada Jakarta, Jumat (14/2/2025).  (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Menteri Pembangunan Kanada Ahmed Hussen (tengah) diapit oleh Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton (kanan), dan Dubes Kanada untuk ASEAN Vicky Singmin di Kediamanan Dubes Kanada Jakarta, Jumat (14/2/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Memenuhi janjinya saat berkampanye dalam pemilihan presiden, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada awal Februari untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap impor dari Kanada dan Meksiko serta tarif 10 persen terhadap impor dari China.

Menurut Hussen, AS dan Kanada adalah mitra dagang yang penting bagi satu sama lain. Hubungan perdagangan keduanya terbukti membawa manfaat, termasuk membuka lapangan kerja bagi jutaan orang di AS maupun Kanada.

Mengingat baiknya hubungan dagang antara AS dan Kanada, Hussen memandang seharusnya tidak ada alasan bagi AS untuk tibatiba memberlakukan tarif masuk impor atas produk buatan negaranya.

“Karena itu, dari pesisir timur ke pesisir barat Kanada semuanya meyakini bahwa tarif tersebut sama sekali tak bisa dibenarkan dan benar benar tak masuk akal,” cetusnya.

Baca juga : BTN Pede Aset Bakal Tembus Rp 500 Triliun

Meski demikian, dia menegaskan bahwa Kanada memiliki hak membalas dan siap melaksanakan respons di tingkat nasional apabila AS bersikukuh memberlakukan tarif atas produkproduk Kanada.

Saat ini, pemberlakuan tarif atas produk Kanada di AS ditangguhkan selama 30 hari. Ia pun berharap supaya penangguhan tersebut tetap bertahan dan produk Kanada tak lagi terdampak tarif impor ke AS.

Kanada Tolak Gabung AS

Sementara itu, terkait wacana Trump supaya Kanada menjadi “negara bagian ke-51” AS, Hussen menganggap hal tersebut sangat absurd dan konyol.

Baca juga : Airlangga: RI-UEA Sepakat Dongkrak Kerja Sama Perdagangan Rp 163,63 Triliun

“Terus terang saja, wacana tersebut tidak pantas dikeluarkan negara tetangga yang bermitra baik dan bersekutu dengan kami,” kecamnya.

Ia pun menegaskan bahwa Kanada adalah negara berdaulat dengan sejarah, identitas, dan citacitanya sendiri yang unik serta tidak akan pernah menjadi bagian dari AS.

Sementara soal Palestina, Hussen menegaskan, Kanada mendukung dua negara yang berdaulat di kawasan itu. Kanada juga mendorong ada lebih banyak bantuan kemanusiaan yang masuk wilayah Gaza. Selain itu, Ottawa juga mendorong pemulihan di wilayah kantong Palestina itu.

“Kami percaya bahwa sekaranglah saatnya untuk mendirikan dua negara yang hidup berdampingan secara damai dan aman. Dengan berdirinya negara Palestina, warganya juga dapat hidup dalam kebebasan, bermartabat, dan mendapatkan kemerdekaan yang selalu mereka cari,” pungkasnya. 

Baca juga : Bertemu Erdogan, Prabowo Ingin Perdagangan Indonesia & Turki Makin Kuat

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.