Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Jepang Heri Akhmadi Gelar Bedah Buku Tentang Memoar SBY

Senin, 10 Maret 2025 04:03 WIB
Dubes Heri Akhmadi (kelima kiri), Presiden ke-6 RI Susilo BambangYudhoyono (keenam kiri) pada acara bedah buku di KBRI Tokyo,Jepang, Jumat (7/3/2025). (Foto KBRI Tokyo)
Dubes Heri Akhmadi (kelima kiri), Presiden ke-6 RI Susilo BambangYudhoyono (keenam kiri) pada acara bedah buku di KBRI Tokyo,Jepang, Jumat (7/3/2025). (Foto KBRI Tokyo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, menggelar Bedah Buku berjudul Standing Firm for Indonesia’s Democracy: An Oral History of President Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (7/3/2025). Acara ini dihadiri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi.

Dalam sambutannya, Dubes Heri mengapresiasi terbitnya buku tersebut yang merupakan catatan penting dari pengalaman seorang pemimpin. Tema buku ini, menurut Heri, sangat tepat dengan kondisi demokrasi saat ini.

Baca juga : Dubes RI Untuk Norwegia Teuku Faizasyah Gelar Bukber Ramadan & Silaturahmi

“Kita mengetahui kalau Bapak SBY adalah presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia setelah reformasi. Sehingga, konsolidasi pada saat itu sangat penting,” kata Heri.

Dubes yang merupakan politikus PDIP itu menyoroti tantangan geopolitik dan perdagangan global saat ini. Menurutnya, geopolitik global saat ini semakin kompleks. Dari pengalaman Presiden RI ke-6 itu, menurut Heri, bisa diambil pelajaran tentang bagaimana cara seorang pemimpin memajukan ekonomi negaranya dan menurunkan angka kemiskinan.

Baca juga : Pesan Gus Mus Untuk Pemerintah, Sikapi Kritik Dengan Tenang

Dua periode memimpin, lanjut Heri, era SBY mampu menurunkan angka kemiskinan dari 16,7 persen menjadi 10,96 persen dan ekonomi tumbuh dengan rata-rata 6 persen. Selain itu, transisi demokrasi tumbuh ke arah yang lebih baik melalui pemilu serentak.

“Pengalaman Bapak SBY pada buku ini memberikan petunjuk tentang bagaimana seharusnya memperjuangkan demokrasi di Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga : Dubes Dewi Gustina Temui Presiden Sri Lanka Bahas Danantara Hingga Investasi

Selain itu, di era SBY, Indonesia juga berhasil melakukan beberapa kemajuan diplomasi. Termasuk menjadi anggota kelompok G20 dan meningkatkan hubungan kemitraan strategis dengan Jepang. Heri menambahkan, pengalaman SBY yang tertuang dalam buku ini dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa, akademisi, maupun peneliti.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.