Dark/Light Mode

Selama Periode Nataru

Bahlil: Pasokan BBM Di Wilayah 3T Aman

Senin, 16 Desember 2024 07:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia,  saat kunjungan ke Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpa­pan, Kalimantan Timur, (14/12/2024).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, saat kunjungan ke Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpa­pan, Kalimantan Timur, (14/12/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan ketersediaan dan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) aman, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Tertular (3T) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, stok BBM men­cukupi kebutuhan masyarakat hingga 21 hari ke depan.

“Bagi yang akan mudik atau merayakan Natal dan Tahun Baru, insya Allah semuanya aman,” ujar Bahlil saat kunjungan ke Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpa­pan, Kalimantan Timur, yang dikutip Minggu (14/12/2024).

Baca juga : Dapat Benefit Ekonomi, Yuk Jadi Nasabah Bank Sampah

Menjelang periode Nataru, Bahlil juga memastikan bahwa fasilitas dan layanan sektor energi, terutama BBM, akan beroperasi optimal.

Pasokan BBM tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan liburan, tetapi juga untuk menjaga aktivitas ekono­mi. Terutama di wilayah yang jauh dari perkotaan, seperti nelayan dan petani.

Berdasarkan data PT Pertamina per 12 Desember 2024, ketahanan stok BBM nasional mencakup Pertalite dengan coverage day 18,47 hari, Pertamax (20,58 hari), Pertamax Turbo (32,60 hari), Solar (16,75 hari), Pertamax Dex (36,93 hari) dan Avtur (32,11 hari).

Baca juga : Lazio Vs Inter Milan, ‘Si Ular Besar’ Siap Lilit Sang Elang

Pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi dan coverage day BBM melalui proyek RDMP yang sedang di­garap oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KBP).

Meski perkembangan proyek ini belum sesuai target, Bahlil mendorong percepatan penye­lesaiannya.

“Progres proyek ini sudah mencapai 91 persen. Saya sudah meminta dipercepat penyelesaiannya. Semula ditar­getkan selesai September 2025, tapi saya minta dimajukan,” tegasnya.

Baca juga : Menlu AS Kumpul Dengan Negara Arab Di Yordania

Bahlil menilai, RDMP Balik­papan sangat strategis mewu­judkan ketahanan energi, sesuai dengan arahan Presiden Prabo­wo Subianto.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.