Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trump Ancam Balas China Dengan Tarif 50 Persen, Jika Beijing....
Selasa, 8 April 2025 00:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China tak terelakkan. Presiden AS Donald Trump mengancam bakal memberikan tarif tambahan sebesar 50 persen untuk China. Kecuali Beijing mencabut kebijakan tarif balasannya sebesar 34 persen terhadap ekspor AS.
Saham AS yang terpukul lagi, Senin (7/7/2025), karena Trump berencana menggandakan rencana tarif yang agresif terhadap China. Tarif impor AS untuk China akan mencapai 104 persen jika ancaman terbaru Trump tersebut berlaku.
Angka itu didapat setelah Trump mengumumkan tarif impor secara menyeluruh sebesar 34 persen untuk China, Rabu (2//4/2025). Ditambah dengan bea masuk sebesar 20 persen yang berlaku untuk impor dari China.
Saham utama AS, Dow, S&P 500 yang luas, dan Nasdaq, anjlok pekan ini menyusul pengumuman tarif Trump.
Trump Semangati Rakyat AS
Baca juga : China Bales Tarif AS, Trump Tuding Beijing Panik
Kondisi ini membuat Trump kembali menyemangati rakyat Negeri Paman Sam itu, agar tetap kuat menghadapi kondisi bergejolak itu.
Trump, dalam serangkaian posting media sosialnya, Truth Social, meminta warga Amerika untuk menjadi "kuat, berani, dan sabar."
“Jangan Lemah! Jangan Bodoh! Jangan PANIK (Partai baru yang berdasar pada orang-orang Lemah dan Bodoh!),” cuit Trump.
“Jadilah Kuat, Berani, dan Sabar, dan KEHEBATAN akan menjadi hasilnya!”
Baca juga : Trump Resmi Umumkan Tarif Impor Global: China 34 Persen, Indonesia 32 Persen
Trump juga menuding China mendapatkan keuntungan perdagangan yang tidak adil dengan mensubsidi perusahaan-perusahaannya dan memanipulasi mata uang.
Trump juga mengecam raksasa perdagangan itu karena memukul AS dengan tarif pembalasan.
"Jika China tidak mencabut kenaikan tarif sebesar 34% paling lambat besok, 8 April 2025, Amerika Serikat akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50% yang akan berlaku mulai 9 April," tegas Trump.
"Selain itu, semua pembicaraan dengan China terkait permintaan pertemuan dengan kami akan dihentikan!"
Baca juga : ASDP Berikan Diskon Tarif 36 Persen Di Merak Saat Mudik Lebaran
Trump menambahkan bahwa negosiasi tarif dengan para pemimpin negara lain akan segera dimulai. Ia mengatakan beberapa pihak telah meminta pertemuan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya