Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia terus menunjukkan komitmen kemanusiaannya di tengah eskalasi konflik di Gaza, Palestina. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak hanya bersimpati, tetapi juga aktif dalam memberikan bantuan nyata untuk meringankan penderitaan warga Gaza.
Dilansir Al-Jazeera, Kamis (10/4/2025), Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan angka terbaru korban genosida yang dilakukan militer Israel (Israel Defence Forces/IDF).
Total korban tewas di Gaza mencapai 50.846 sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, 115.729 orang lainnya terluka akibat serangan Israel selama periode yang sama.
Israel melanjutkan serangan di Gaza pada 18 Maret 2024, setelah sempat ada gencatan senjata sejak 19 Januari 2025. Sejak berakhirnya gencatan senjata fase pertama, serangan zionis menyebabkan 1.482 orang tewas dan 3.688 lainnya luka-luka.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat 36 orang tewas dan 41 orang luka-luka yang dibawa ke rumah sakit.
Baca juga : Soal Rencana Indonesia Tampung Warga Gaza, Menlu: Itu Hanya Sementara
Pada 23 Maret 2025, IDF membunuh 15 pekerja darurat Palestina di Gaza. Enam di antaranya adalah staf dari Palestine Red Crescent Society (PRCS), alias Bulan Sabit Merah Palestina.
Pembunuhan tersebut memicu kecaman internasional. Kecaman juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuntut penyelidikan secara menyeluruh dan independen.
Langkah Nyata Indonesia
1. Bantuan Kemanusiaan Langsung: Pemerintah Indonesia, melalui kerja sama dengan organisasi lokal dan internasional seperti Bulan Sabit Merah Palestina, telah mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, serta barang kebutuhan lainnya. Hal ini dilakukan meski ada kendala blokade yang diberlakukan oleh Israel.
2. Penyediaan Tempat Evakuasi Sementara: Dalam langkah terbaru, Presiden Indonesia menyatakan kesiapan untuk menampung sementara ribuan korban luka dari Gaza. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan kemanusiaan.
Ia memperkirakan mungkin ada 1.000 orang pada gelombang pertama. Prabowo saat ini sedang melakukan perjalanan dinas ke Timur Tengah dan Turki. Satu misi penting yang akan dibawa Presiden RI adalah mencari penyelesaian konflik di Gaza.
Baca juga : Prabowo: Indonesia Siap Bantu Penyelesaian Konflik Gaza & Timur Tengah
Prabowo mengatakan, ia telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono untuk segera berdiskusi dengan pihak Palestina dan pihak-pihak lain.
Kami siap mengevakuasi yang terluka, yang trauma, dan anak-anak yatim," kata Prabowo, Rabu (9/4/2025)
3. Diplomasi Aktif di Tingkat Internasional: Indonesia terus mendorong penyelesaian konflik melalui forum-forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain menuntut investigasi atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, Indonesia juga menyerukan penghentian kekerasan dan pelanggaran hukum internasional di Gaza.
4. Dukungan Moral dan Advokasi: Indonesia secara konsisten menyatakan penolakannya terhadap tindakan Israel yang melanggar hukum internasional. Dukungan moral ini disuarakan melalui pernyataan resmi pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tantangan dan Krikan
Meski niat baiknya diakui, langkah Indonesia juga menghadapi kritik. Beberapa pihak khawatir bahwa membantu mengevakuasi warga Gaza ke luar negeri dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendukung agenda pengosongan wilayah Gaza. Kritik ini mendorong pemerintah untuk berhati-hati dalam setiap langkahnya.
Baca juga : Kalah Lawan Indonesia, STY Nilai Korsel Kurang Beruntung
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa membawa warga Gaza ke Indonesia dapat mendukung rencana Israel dan AS untuk mengosongkan Gaza.
Langkah tersebut dinilai berpotensi mempermudah Israel untuk menguasai wilayah Gaza dan mendirikan negara Israel Ray. Menurut Anwar, hal ini mirip dengan apa yang terjadi di Yerusalem, yang dulunya milik Palestina dan kini menjadi ibu kota Israel.
Anwar mengingatkan bahwa Indonesia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam manuver Israel. Terutama mengingat hubungan baik yang dimiliki oleh negara-negara yang akan dikunjungi Prabowo dengan Israel.
Pejabat MUI Itu menyarankan agar bantuan kemanusiaan, terutama pengobatan dan perawatan untuk warga Gaza, sebaiknya dilakukan langsung di Gaza, bukan di negara lain.
"Sebagai bangsa yang sudah kenyang dijajah selama 350 tahun maka kita harus tahu yang namanya penjajah itu punya 1001 cara dan tipu daya. Untuk itu kita sebagai bangsa jangan pula sampai tertipu oleh mulut manis mereka," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya