Dark/Light Mode

Vatikan: Paus Fransiskus Meninggal Karena Stroke Dan Gagal Jantung

Selasa, 22 April 2025 09:34 WIB
Paus Fransiskus meninggal dalam usia 88 tahun, Senin (25/4/2025). (Foto: Instagram)
Paus Fransiskus meninggal dalam usia 88 tahun, Senin (25/4/2025). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus dilaporkan meninggal dunia dalam usia 88 tahun akibat penyakit stroke yang diikuti oleh gagal jantung, Senin (21/4/2025) pagi waktu setempat. Demikian info yang disampaikan Kantor Pers Vatikan, Senin (21/4/2025) malam.

“Penyebab kematian Paus Fransiskus telah diidentifikasi sebagai stroke, diikuti oleh koma dan kolaps kardiosirkulasi ireversibel,” demikian bunyi sertifikat kematian Paus Fransiskus yang ditandatangani Dr. Andrea Arcangeli, Direktur Direktorat Kesehatan dan Kebersihan Negara Kota Vatikan.

Laporan medis menyebutkan, Paus memiliki riwayat gagal napas akut yang disebabkan oleh pneumonia bilateral multimikroba, bronkiektasis multipel, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe II. Kematiannya dikonfirmasi melalui tanatografi elektrokardiografi.

Baca juga : Ketua MUI: Paus Fransiskus Sangat Peduli Persaudaraan Dan Anti Penjajahan

"Dengan ini saya nyatakan, bahwa penyebab kematian, sejauh pengetahuan dan penilaian saya, adalah sebagaimana dinyatakan di atas," tulis Dr. Arcangeli.

Mendiang Paus Fransiskus sempat dirawat di RS Gemelli, Roma selama lima minggu pada awal tahun ini (14 Februari 2025-23 Maret 2025) karena mengalami infeksi pernapasan yang parah.

Dia kemudian didiagnosis dengan infeksi polimikroba, yang berkembang menjadi pneumonia di kedua paru-paru.

Baca juga : Haedar Nashir: Paus Fransiskus Tokoh Humanis, Sederhana dan Penebar Damai

Tim medis menyebut, Paus Fransiskus mengalami kondisi yang sangat kritis saat menjalani masa rawat inap. Setelah kondisinya dinyatakan stabil, Paus Fransiskus melanjutkan pemulihannya di kediamannya di Casa Santa Marta.

Meski kondisi kesehatannya buruk, Fransiskus yang merupakan salah satu paus tertua dalam sejarah gereja, terlihat beberapa kali di depan umum di Vatikan selama Pekan Suci, dengan acara puncak pada Minggu Paskah. Di saat Paus Fransiskus menyenangkan orang banyak di St. Basilika Petrus di Roma.

Dalam pesan Paskah terakhir yang dibacakan ajudannya, Paus Fransiskus kembali menyerukan perdamaian dunia.

Baca juga : Paus Fransiskus Wafat, Menag: Jasa Dan Persahabatan Beliau Tak Bisa Kita Lupakan

"Saya meminta sekali lagi untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza, lakukan  pembebasan sandera dan buka akses bantuan kemanusiaan," kata Paus Fransiskus, seperti dikutip Vatican News.

Masyarakat Kristen di Lebanon dan Suriah juga tak luput dari perhatian Paus Fransiskus. Dia juga mendesak dunia segera melakukan dialog konstruktif, untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Yaman. Doa untuk masyarakat Ukraina, Kaukasus, Balkan, Republik Demokratik Kongo, Sudan, Sudan Selatan, hingga wilayah Sahel juga dipanjatkan langsung oleh Paus Fransiskus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.