Dark/Light Mode

RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kesehatan, 300 Perawat Dikirim Tiap Tahun

Rabu, 7 Mei 2025 10:47 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kelima kiri, depan) menerima kunjungan Gubernur Prefektur Mie, Jepang, Ichimi Katsuyuki (keempat kiri, depan) di Jakarta, Selasa (6/5). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam membuka peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk berkarier di Negeri Sakura. (Foto Kemenkes)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kelima kiri, depan) menerima kunjungan Gubernur Prefektur Mie, Jepang, Ichimi Katsuyuki (keempat kiri, depan) di Jakarta, Selasa (6/5). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam membuka peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk berkarier di Negeri Sakura. (Foto Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan bilateral Indonesia dan Jepang di bidang kesehatan terus berkembang. Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Jepang semakin memperkuat kerja sama untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menerima kunjungan Gubernur Prefektur Mie, Jepang, Ichimi Katsuyuki di Jakarta, Selasa (6/5). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam membuka peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk berkarier di Negeri Sakura.

Kesepakatan ini berawal dari MoU antara Kemenkes RI dan Prefektur Mie, yang memungkinkan hingga 300 perawat Indonesia bekerja di Jepang setiap tahun dengan dukungan subsidi Pemerintah setempat. Tak hanya itu, kerja sama juga mencakup pelatihan tenaga kesehatan, pemagangan, serta program fellowship untuk dokter spesialis.

Baca juga : Rupiah Perkasa Ke Level Rp 16.430 Per Dolar AS

Kemenkes RI menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam program Enhancement of Caregiver Competency, yang bertujuan meningkatkan keahlian lulusan Poltekkes Kemenkes di bidang keperawatan geriatri dan perawatan jangka panjang.

Selain itu, Indonesia juga menjalin kemitraan dengan Sapporo Cardiovascular Centre, yang menyediakan fellowship tahunan bagi dokter spesialis kardiologi intervensi.

Menkes Budi menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang, terutama Prefektur Mie, dan berharap kerja sama semakin luas dalam bidang kesehatan.

Baca juga : Chandra Asri Perkuat Armada Laut Dan Fasilitas Tangki Di Pesisir Banten

“Kami melihat Jepang sebagai mitra strategis dalam pengembangan sistem kesehatan di Indonesia. Dengan pengalaman Jepang dalam menghadapi masyarakat menua, kerja sama ini relevan untuk mendukung reformasi kesehatan RI,” ujarnya.

Gubernur Ichimi Katsuyuki pun menyambut baik kolaborasi ini. “Kami siap mendukung berbagai program peningkatan SDM kesehatan Indonesia. Kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.

Ke depan, Kemenkes RI berencana memperluas kerja sama di bidang pendidikan keperawatan, teknologi laboratorium medis, penelitian klinis, dan program fellowship medis langsung. Kemitraan ini menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam mencetak tenaga kesehatan unggul, baik untuk kebutuhan nasional maupun global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.