Dark/Light Mode

31 Warganya Tewas Dalam Serangan India, PM Pakistan Siap Tuntaskan Dendam

Kamis, 8 Mei 2025 14:07 WIB
PM Pakistan Shehbaz Sharif (Foto: Instagram)
PM Pakistan Shehbaz Sharif (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakistan menyatakan siap balas dendam kepada India, karena 31 warganya tewas dalam serangan udara India, yang disebut New Delhi sebagai tanggapan atas serangan di Kashmir.

Hal ini tentu saja memicu eskalasi yang akan segera terjadi dalam riwayat kekerasan terburuk selama beberapa dekade antara tetangga bersenjata nuklir.

Sedikitnya 43 orang dilaporkan tewas dalam perang India-Pakistan. Sementara Islamabad mengatakan 31 warga sipil tewas oleh serangan dan penembakan India di sepanjang perbatasan, New Delhi mengungkap setidaknya 12 orang tewas akibat penembakan Pakistan.

"Kami akan membalas setiap tetes darah para martir," kata Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dalam pidatonya, seperti dikutip AFP, Rabu (7/5/2025).

Tentara India menyatakan telah menghancurkan sembilan kamp teroris di Pakistan pada Rabu (7/5/2025), atau dua minggu setelah New Delhi menyalahkan Islamabad karena mendukung serangan terhadap wisatawan di sisi yang disengketakan dan dikelola India, namun dibantah Pakistan.

Sementara itu, Juru Bicara Militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan, lima pesawat jet India telah jatuh di seberang perbatasan.

Baca juga : Kampanye Tantangan Jadi Kemenangan, STPI Yakin Suspek TBC Dapat Dieliminasi

Seorang sumber keamanan senior India, yang tak ingin namanya disebut mengatakan, tiga pesawat jet tempurnya telah jatuh di wilayah asalnya.

India dan Pakistan saling meluncurkan tembakan artileri berat di sepanjang Garis Kontrol yang membagi Kashmir, yang diklaim penuh oleh kedua negara, tetapi dikelola secara terpisah.

India dan Pakistan telah berperang dalam perang skala penuh atas wilayah yang terbagi, sejak mereka dipisahkan dari anak benua usai merdeka dari Inggris pada tahun 1947.

"Ada suara-suara mengerikan pada malam hari, ada kepanikan di antara semua orang," kata Muhammad Salman, yang tinggal dekat dengan masjid di Kashmir yang dikelola Pakistan, yang terkena serangan India.

"Kami pindah ke tempat yang lebih aman. Sekarang ini, kami sudah menjadi tunawisma,” ujar Tariq Mir (24), yang kakinya terkena pecahan peluru.

India mengatakan, tindakannya telah terfokus, terukur, dan tidak memiliki eskalasi.

Baca juga : Malam Ini, Malut United Siap Tunda Perayaan Kemenangan Persib

Terkait hal tersebut, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menuduh Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meluncurkan serangan untuk meningkatkan popularitas domestiknya. Asif memastikan, Islamabad tidak akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan skor.

Melarikan diri

Rabu (7/5//2025) malam, Juru Bicara Militer  Pakistan Chaudry mengatakan, baku tembak terjadi di Garis Kontrol. Islamabad disebut akan mengambil tindakan pembalasan terhadap serangan udara.

Chaudhry pun menegaskan kembali hak Pakistan untuk merespons serta membela diri pada waktu, tempat, dan cara yang dipilihnya. Menurut dia, pemerintah Pakistan telah mengizinkan angkatan bersenjata untuk melakukan hal tersebut.

Sumber militer Pakistan menyebut, serangan terbesar India yang terjadi di sebuah seminari Islam di dekat Kota Punjab Bahawalpur telah menewaskan 13 orang.

Sebuah kompleks kesehatan dan pendidikan pemerintah di Muridke, yang berjarak 30 km dari Lahore, hancur berkeping-keping. Bersama dengan masjid di Muzaffarabad, kota utama Kashmir yang dikelola Pakistan. Serangan ini dilaporkan menewaskan penjaganya. Empat anak juga disebut tewas dalam serangan 7 Mei 2025.

Pakistan juga mengatakan, PLTA di Kashmir menjadi serangan India. Struktur bendungan dilaporkan rusak, setelah India mengancam untuk menghentikan aliran air di sisi perbatasannya.

Baca juga : India & Pakistan Diminta Cari Solusi Lewat Dialog

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan, operasi itu adalah "hak untuk merespons" New Delhi setelah serangan terhadap turis di Pahalgam di Kashmir pada April 2025.

Pakistan telah membantah keterlibatan apa pun dalam serangan yang menewaskan 26 orang, terutama pria Hindu, pada 22 April.

Di Muzaffarabad, pengamat militer PBB tiba untuk memeriksa masjid yang menurut Islamabad diserang India.

Warga tampak mengumpulkan salinan Al-Qur'an yang rusak dari antara beton, kayu, dan puing-puing besi.

Di Kashmir yang dikelola India, penduduk melarikan diri dengan panik dari penembakan Pakistan. "Ada tembakan dari Pakistan, yang merusak rumah-rumah dan melukai banyak orang. Orang-orang melarikan diri," kata Wasim Ahmed, 29, dari desa Salamabad. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.