Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mentan Jepang Mundur Usai Pamer Tak Pernah Beli Beras Saat Harga Melonjak
Rabu, 21 Mei 2025 12:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Jepang Taku Eto mengundurkan diri pada Rabu (21/5/2025), setelah pamer tak pernah beli beras berkat hadiah para pendukung.
Pernyataan yang tak berempati pada rakyat itu disampaikan Eto di tengah pesta penggalangan dana politik pada pekan lalu.
Omongan itu tentu saja memicu amarah publik, yang memang sudah geram melihat lonjakan harga makanan pokok secara historis, akibat buruknya panen dan permintaan yang meningkat dari ledakan pariwisata.
"Saya membuat pernyataan yang sangat tidak pantas di tengah penderitaan warga akibat lonjakan harga beras," kata Eto kepada wartawan, usai menyerahkan surat pengunduran diri di Kantor Perdana Menteri, seperti dilansir Reuters.
Baca juga : Operasi Berantas Jaya 2025 Dapat Apresiasi Banyak Pihak
NHK dan media lainnya memberitakan, posisi Eto akan digantikan oleh mantan Menteri Lingkungan Hidup Koizumi Shinjiro.
Harga beras yang melonjak dua kali lipat dibanding tahun lalu, telah menjadi perhatian utama bagi pemilih Jepang, yang telah lama terbiasa dengan deflasi selama bertahun-tahun. Mereka juga menderita karena menerima upah rendah, menyesuaikan dengan tingkat inflasi.
Sejak Maret 2025, pemerintah Jepang telah mengambil langkah-langkah untuk menurunkan harga beras, dengan melepaskan bahan makanan pokok itu dari persediaan darurat. Tapi, langkah ini tidak banyak berdampak.
Senin (19/5/2025), harga beras ritel di Jepang kembali mengalami kenaikan setelah turun untuk pertama kalinya dalam 18 pekan pada Minggu (11/5/2025).
Baca juga : Saksi Sebut Hasto Tak Pernah Secara Langsung Perintahkan Harun Masiku Kabur
Situasi ini tentu akan menyebabkan pengecer dan konsumen mencari beras asing yang lebih murah.
Melihat Eto yang tone-deaf alias tak peka dengan kondisi masyarakat, juga Ishiba yang awalnya menolak untuk memecatnya, kalangan oposisi setuju untuk mempertimbangkan mosi tidak percaya terhadap menteri pertanian.
"Saya memikul tanggung jawab penuh untuk membuat penunjukan," kata Ishiba kepada wartawan setelah menerima pengunduran diri Eto.
Pengunduran diri Eri mengancam cengkeraman kekuasaan Ishiba yang sudah goyah, menjelang pemilihan majelis tinggi utama pada Juli mendatang.
Baca juga : Galih Kartasasmita: Saya Hanya Memberikan Contoh UEA Buka Kasino
"Pengunduran diri Menteri Eto tidak dapat dihindari, sejak dia membuat kesalahan," kata Hiroshi Shiratori, seorang profesor ilmu politik di Universitas Hosei di Tokyo.
"Keputusan untuk menggantikannya hanya setelah lima partai oposisi telah merencanakan mosi tidak percaya mereka, memperlihatkan kurangnya kepemimpinan Perdana Menteri Ishiba," lanjutnya.
Jajak pendapat Kyodo News pada Minggu (18/5/2025) menunjukkan anjloknya dukungan untuk Ishiba dengan angka 27,4 persen. Hampir sembilan dari 10 pemilih tidak puas dengan tanggapan pemerintah terhadap lonjakan harga beras.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya