Dark/Light Mode

Menyaksikan Keunikan Korea Selatan (2)

Warga ‘Kintamani’ Cerita Kantor Berita & Bantuan AI

Rabu, 28 Mei 2025 08:03 WIB
Presiden dan CEO Yonhap News Agency Hwang Dae Il dan Senior Fellows Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Nadjib Riphat Kesoema (berdiri-tengah) melakukan foto grup dengan para peserta program Indonesia Next Gen Journalist Network on Korea Batch 4, di Kantor Pusat Yonhap di Seoul, Selasa (20/5/2025). (Foto: Paul Yoanda/RM)
Presiden dan CEO Yonhap News Agency Hwang Dae Il dan Senior Fellows Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Nadjib Riphat Kesoema (berdiri-tengah) melakukan foto grup dengan para peserta program Indonesia Next Gen Journalist Network on Korea Batch 4, di Kantor Pusat Yonhap di Seoul, Selasa (20/5/2025). (Foto: Paul Yoanda/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka/RM.id, Paul Yoanda mengikuti, program “Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea Batch 4” yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Seoul dan Busan, Korea Selatan (Korsel), 18-24 Mei 2025. Berikut laporannya:

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini jadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Penggunaannya tak hanya untuk membantu kehidupan sehari-hari, tapi juga dalam pekerjaan. Termasuk dalam proses pembuatan berita di Kantor Berita Resmi Korsel, Yonhap News Agency.

Selasa (20/5/2025), Rakyat Merdeka dan peserta program melakukan kunjungan ke markas Yonhap di Seoul, Korsel. Di tahun-tahun sebelumnya, biasanya pejabat Yonhap di level manajer atau kepala divisi yang menerima peserta. Kali ini, Presiden dan Kepala Eksekutif (Chief Executive Officer/CEO) Yonhap Hwang Dae Il yang langsung menyambut.

Di awal penyambutan yang hangat, Hwang bercerita singkat soal latar belakangnya. Kata Hwang, dia pernah tinggal di Jakarta selama tiga tahun. Saat jadi koresponden Yonhap. Dia bahkan masih ingat betul nama jalan tempat kediamannya. 

“Di Jalan Kintamani. Saya juga ingat soal banjir,” kata Hwang, disambut dengan tawa peserta.

Hwang mengaku sampai sekarang memiliki ketertarikan pada Indonesia. Menurutnya, semua hal soal Indonesia--selain tragedi bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk dua warga Korsel--punya kenangan manis. Dia menilai, kenangan yang baik jauh lebih banyak.

Baca juga : Di Tempat Pemakzulan Presiden, Ada Patung Himangi Dan Sarangi

“Saya punya banyak kolega di Jakarta. Itu membuat hubungan kita semakin dekat,” jelasnya.

Usai perkenalan dan nostalgia singkat, Hwang bercerita soal sejarah media yang dipimpinnya sejak awal, hingga era saat ini. Lalu dilanjut diskusi peserta soal peran AI. Saat ini, kata dia, AI salah satu alat yang dipakai untuk membantu kegiatan jurnalistik di Yonhap. Soal ini, Hwang menyebut, Yonhap adalah media pertama di Korsel yang memanfaatkan AI untuk membantu proses jurnalistik.

“Hampir tujuh tahun kami memanfaatkan AI untuk membantu membuat artikel. Terutama soal cuaca, olahraga, dan bencana,” ungkapnya.

Yonhap juga sedang mengembangkan sistem infografis berbasis AI. Nantinya, sistem itu bisa memvisualisasikan berita. Seperti pertandingan sepak bola. Sistem ini akan membantu menyajikan data dengan cara yang lebih menarik. Serta mudah dipahami.

“Era digital bergerak sangat cepat. Media yang tidak bisa beradaptasi dengan teknologi baru akan sulit bertahan di masa depan,” warningnya.

Kendati bisa membantu, pemanfaatan AI juga jadi tantangan besar yang harus dihadapi industri media. Makanya, di media yang dipimpinnya, peran manusia tetap mutlak. Terutama pada tahap akhir produksi berita. Peran manusia sangat penting dalam koreksi dan verifikasi informasi.

Baca juga : PBB: Israel Persulit Distribusi Bantuan

 “Lebih dari 80 persen artikel masih dibuat jurnalis manusia untuk menjaga kualitas dan kreativitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, selain AI, banjir informasi palsu seiring dengan munculnya media sosial, juga jadi tantangan besar. Untuk itu, Yonhap fokus menguatkan kemampuan jurnalis untuk mendeteksi dan menangani hoaks dan disinformasi. Yonhap, kata dia, menegaskan komitmennya dalam memerangi hoaks dan misinformasi.

“Kami selalu melakukan penguatan kualitas jurnalis-jurnalis kami,” katanya. 

Hwang bilang, para jurnalis Yonhap didorong menyaring informasi dengan cermat. Lalu, segera melakukan koreksi jika ditemukan kekeliruan dalam pemberitaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga integritas jurnalistik di era informasi yang cepat berubah. Pihaknya fokus mengembangkan kemampuan reporter untuk menyaring berita palsu dan informasi yang menyesatkan.

Katanya lagi, Yonhap juga punya aturan tegas soal penerbitan informasi palsu. Yonhap, sambungnya, tak segan-segan menerapkan sanksi disipliner terhadap reporter yang terbukti menyebarkan informasi keliru. Jika kekeliruan terjadi tanpa unsur kesengajaan, sanksi ringan akan diberikan. 

“Tapi bila dilakukan secara sengaja, pelanggar bisa dikenai sanksi berat hingga pemecatan,” tegasnya.

Baca juga : Menaker Saksikan Penandatanganan PKB Pertamina Dengan Serikat Pekerja

Diskusi hangat yang berlangsung selama sekitar setengah jam, diakhiri dengan sesi foto bersama. Kegiatan selanjutnya adalah tur singkat ke dapur redaksi Yonhap. Termasuk ke sebuah ruangan khusus. Ruangan tempat Yonhap mendapatkan informasi perkembangan terkini dari tetangga serumpun Korsel, Korea Utara (Korut).

“Kami punya kontrak dengan (Kantor Berita Korea Utara) Korea Central News Agency (KCNA) untuk mendapat informasi dari mereka,” terangnya.

Dengan alasan keamanan, kami diminta untuk tidak menampilkan detail di ruangan tersebut. Namun, dari pengamatan, ruangan khusus itu berada di lantai yang berbeda dengan tempat kami berdiskusi. Menuju ruangan khusus itu, kami melewati koridor yang ada di samping meja-meja kerja para jurnalis Yonhap menulis berita.

Ruangan tersebut ukurannya sekitar 5x5 meter persegi. Di dalamnya ada sejumlah layar televisi yang menampilkan tayangan dari stasiun TV di Korut. Selain itu, ada juga perangkat komputer dan radio untuk mendapatkan perkembangan terkini Korut.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.