Dark/Light Mode

Israel-Iran Terus Saling Serang, Gedung Kemenhan Dan Kilang Minyak Jadi Sasaran

Minggu, 15 Juni 2025 09:20 WIB
Bendera Iran dan Israel (Foto: Pexels)
Bendera Iran dan Israel (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi saling serang Israel dan Iran terus berlanjut hingga Minggu (15/6/2025) pagi. Ini tentu saja memicu kekhawatiran konflik yang lebih luas, setelah Israel membombardir musuhnya dengan menyerang ladang gas terbesar di dunia.

Melansir Reuters, Teheran telah membatalkan pembicaraan nuklir yang disebut Washington sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan pemboman Israel.

Sementara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan itu tidak ada apa-apanya dibanding apa yang akan dilihat Iran dalam beberapa hari mendatang.

Sabtu (14/6/2025), militer Israel mengatakan, Iran meluncurkan lebih banyak rudal ke Israel, yang terus diupayakan untuk dicegat. Israel juga mengatakan, pihaknya menyerang target militer di Teheran.

Minggu (15/6/2025) pagi ini, sirene serangan udara berbunyi di seantero Yerusalem dan Tel Aviv. Sejumlah rudal terlihat melintasi langit Tel Aviv, sementara roket pencegat diluncurkan dari darat. Ledakan bergema di kedua kota.

Layanan ambulans Israel mengatakan, tiga wanita tewas dan 10 orang lainnya terluka dalam serangan rudal sebelumnya di dekat sebuah rumah di Israel utara. Dengan menggunakan senter, petugas darurat terlihat mencari puing-puing rumah yang sebagian runtuh di Tamra, kota yang didominasi orang Palestina. 

Layanan ambulans mengungkap, di tempat lain di wilayah utara, dua orang dilaporkan terluka ringan akibat pecahan peluru.

Baca juga : Israel Serang Iran, Perang Makin Membara

Sekitar pukul 02.30 pagi waktu setempat, militer Israel memperingatkan rentetan lain yang diluncurkan dari Iran. Warga didesak untuk mencari perlindungan. 

Pada pukul 03.30 pagi, sedikitnya empat orang telah tewas dan 36 orang dilaporkan terluka dalam beberapa serangan rudal semalam. 

Media Israel menerbitkan gambar bangunan tempat tinggal berlantai 10 di wilayah tengah Israel, yang menunjukkan kerusakan luas setelah serangan.

Iran mengumumkan, depot minyak Shahran di Teheran menjadi sasaran serangan Israel. Beruntung, situasinya terkendali. Kebakaran  meletus setelah Israel menyerang kilang minyak di dekat ibu kota.

Kantor Berita Tasnim melaporkan, serangan Israel juga menargetkan Gedung Kementerian Pertahanan Iran di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan kecil.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, rudal dan drone Iran menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas Israel untuk produksi bahan bakar jet tempur. 

Pasukan elit tersebut memastikan, Teheran akan melancarkan serangan yang lebih berat dan luas, jika Israel melanjutkan permusuhannya.

Peringatan Trump 

Baca juga : PSI Jateng Senang Kalau Jokowi Mau Jadi Ketum

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran, sesuatu yang lebih buruk akan datang menghampiri, jika negara tersebut tidak mengakhiri serangannya. Israel disebut akan menghentikan peluncuran rudal, jika Teheran menurunkan program nuklirnya secara tajam.

Rencana pembicaraan nuklir AS-Iran yang akan diadakan di Oman pada Minggu (15/6/2025) dilaporkan batal, setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, diskusi tidak dapat berlangsung sementara Iran menjadi sasaran serangan barbar Israel.

Dalam serangan pertama yang menghantam infrastruktur energi Iran, Tasnim memberitakan, Iran menangguhkan sebagian produksi di ladang gas terbesar di dunia setelah serangan Israel menyebabkan kebakaran di wilayah tersebut pada 14 Juni.

Lapangan Pars Selatan, lepas pantai di provinsi Bushehr selatan Iran, adalah sumber sebagian besar gas yang diproduksi di Iran.

Kekhawatiran tentang potensi gangguan pada ekspor minyak di kawasan itu telah menaikkan harga minyak sebesar 9 persen pada 13 Juni.

Sabtu (14/6/2025), Jenderal Iran Esmail Kosari mengatakan, Teheran sedang meninjau kemungkinan penutupan Selat Hormuz, yang mengontrol akses ke Teluk untuk kapal tanker.

Korban Tewas

Iran mengumumkan, 78 orang tewas di hari pertama kampanye Israel. Lebih banyak di hari kedua, termasuk 60 orang tewas ketika sebuah rudal jatuh menimpa apartemen 14 lantai di Teheran. Sebanyak 29 korban tewas di antaranya adalah anak-anak.

Baca juga : Beringin Nilai Soeharto Layak Digelari Pahlawan

Sementara tembakan rudal yang diluncurkan Iran pada malam 13 Juni, menewaskan sedikitnya tiga orang di Israel.

Di tengah peringatan Israel yang menyebut operasinya bisa berlangsung berminggu-minggu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendesak rakyat Iran untuk bangkit melawan penguasa ulama Islam mereka.

B'Tselem, organisasi hak asasi manusia terkemuka Israel mengatakan, alih-alih menghabiskan semua kemungkinan untuk resolusi diplomatik, pemerintah Israel telah memilih untuk memulai perang yang menempatkan seluruh wilayah dalam bahaya.

Teheran telah memperingatkan sekutu Israel, pangkalan militer mereka di wilayah tersebut juga akan menjadi sasaran serang, jika mereka nekat membantu menembak jatuh rudal Iran.

20 bulan perang di Gaza dan konflik di Lebanon tahun lalu telah menghancurkan proksi regional terkuat Teheran, Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, mengurangi pilihan untuk pembalasan.

Israel melihat program nuklir Iran sebagai ancaman terhadap keberadaannya. Mereka mengatakan, pemboman itu dirancang untuk mencegah langkah terakhir dalam produksi senjata nuklir.

Teheran bersikeras program nuklirnya murni untuk tujuan sipil dan tidak mencari bom atom. Namun, pengawas nuklir PBB melaporkannya minggu ini sebagai pelanggaran kewajiban di bawah perjanjian non-proliferasi global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.