Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Energi Luar Biasa
PSI Jateng Senang Kalau Jokowi Mau Jadi Ketum
Rabu, 11 Juni 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berbunga-bunga usai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal lebih condong bergabung ke partai pimpinan Kaesang Pangarep daripada Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Jateng, Antonius Yogo Prabowo mengatakan, pernyataan Presiden RI ke-7 Jokowi yang lebih memilih PSI daripada partai lain menjadi penyemangat yang luar biasa. Sebab, kata dia, akan menjadi amunisi yang sangat luar biasa bagi kader ke depannya.
“Kami sebagai kader, simpatisan, pengurus, semua sedang berbunga-bunga. Ini menjadi kabar gembira, menjadi energi yang luar biasa di PSI, khususnya di Jateng,” kata Yogo dalam keterangannya, Selasa (10/6/2025).
Sebelumnya, Jokowi mengatakan, banyak calon ketua umum PPP yang mempunyai kapasitas dan kompetensi. Bahkan, kata dia, nama-namanya sudah beredar luas di masyarakat. “Saya di PSI aja lah,” tandas Jokowi di Solo, Jumat (6/6/2025).
Dia menegaskan, para kader PSI memberi hormat dan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Sebab, eks Wali Kota Solo itu memiliki rekam jejak yang sudah jelas. Mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI.
“Tidak akan muat kalau kita sebutkan satu persatu. Mulai dari infrastruktur, integritas bapak, kecintaan masyarakat,” sebutnya.
Baca juga : Tom Lembong Impor Gula Tidak Sesuai Rakortas
Hingga saat ini, Yogo mengaku, belum dapat informasi apakah Jokowi sudah mendaftar sebagai calon ketua umum (caketum) DPP PSI atau belum. Dia mengatakan, pendaftaran caketum PSI masih panjang hingga 23 Juni 2025.
“Saya kontak dengan DPP, belum ada info bapak (Jokowi) daftar caketum PSI,” katanya.
Yogo yakin, statemen Jokowi tersebut telah menjadi perhatian besar seluruh struktur partai di Indonesia. Banyak partai lain, kata dia, mulai menghitung langkah dan potensi politik yang muncul dari dukungan Jokowi terhadap PSI.
“Semua struktur partai pasti sedang mengkaji, ini bukan sekadar pernyataan biasa. Ini sinyal politik yang sangat kuat,” tuturnya.
Yogo menjelaskan, untuk bisa menjadi caketum PSI, Jokowi tidak harus terlebih dahulu menjadi anggota PSI. Kata Yogo, ada skenario khusus, di mana partai bisa langsung meminang tokoh publik, seperti Jokowi, dengan membawa dukungan dan juga rekomendasi yang sesuai aturan karena ketokohan dan elektabilitasnya yang sudah tinggi.
“Bisa saja beliau langsung mendaftar sebagai caketum sekaligus menjadi kader dalam proses yang sama,” ujarnya.
Baca juga : OJK Lagi Susun Roadmap Kawal Ekosistem Bullion
Rekomendasi yang diberikan kepada Jokowi, kata Yogo, bisa dilakukan dengan para pengurus DPW dan DPD PSI secara resmi sowan kemudian menyerahkan rekomendasi kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk maju menjadi caketum DPP PSI.
“Selanjutnya Pak Jokowi nanti didaftarkan. Tapi saat ini belum sampai ke sana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yogo mengatakan, DPW PSI Jateng sebelumnya memang sudah mengerucut ke dua nama, antara Kaesang Pangarep dan Jokowi, untuk didukung menjadi caketum DPP PSI.
“Sebelumnya Mas Kaesang masuk sebagai kader PSI beberapa bulan, kemudian direkomendasikan menjadi caketum PSI dan menang,” kata dia.
Yogo menegaskan, di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep struktur partai semakin kuat karena seluruh Indonesia bergerakmerapikan dan menguatkan struktur.
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PSI, Andy Budiman menambahkan, seluruh kader dan pengurus partai siap menampung Jokowi bila ingin masuk ke PSI.
Baca juga : Wow, Investasi Di IKN Tembus Rp 135 Triliun
“Bagaimana pun PSI adalah rumah Pak Jokowi. Pintu kami terbuka selebar-lebarnya untuk beliau,” ujar Andi, Selasa (10/6/2025).
Andi mengatakan, sejak awal PSI didirikan untuk mendukung Jokowi dan akan terus mendukung visi dan misinya ke depan tentang kemajuan Indonesia.
Terpisah, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Utje Gustaaf Patty mendukung langkah Jokowi bergabung dengan parpol, termasuk ke PSI. Dia menilai, Jokowi masih berenergi untuk sama-sama membangun negeri karena baru berumur 64 tahun.
“Beberapa pimpinan parpol, bahkan ada yang lebih sepuh tapi cenderung berstatemen yang tidak kondusif,” kata Utje, Selasa (10/6/2025).
Utje menegaskan, Jokowi memiliki hak politik untuk bergabung dengan parpol dan bahkan berpotensi menjadi pimpinan suatu partai. PSI, kata dia, tidak menolak bila Jokowi bergabung dalam salah satu parpol, terlebih jika parpol itu adalah PSI.
“Tapi jika Pak Jokowi menjadi ketua umum salah satu parpol, maka kami harus mengkaji ulang posisi kami karena Bara JP memiliki anggota multi parpol,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya