Dark/Light Mode

3 Pilar Kesepakatan Uni Eropa Indonesia, IU-CEPA Akhirnya Gol

Senin, 14 Juli 2025 05:44 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dalam sesi  pernyataan pers bersama di Ruang Media, Kantor Pusat Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, Minggu (13/7/2025). (Foto: BPMI/Setpres/Laily Rachev)
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dalam sesi pernyataan pers bersama di Ruang Media, Kantor Pusat Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, Minggu (13/7/2025). (Foto: BPMI/Setpres/Laily Rachev)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyampaikan komitmen kuat untuk mempererat kemitraan strategis antara Uni Eropa dan Indonesia, melalui kesepakatan di tiga bidang kerja sama.

Hal tersebut disampaikan Presiden Von der Leyen dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Ruang Media, Kantor Pusat Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, pada Minggu, 13 Juli 2025.

Berikut rincian kesepakatan tersebut:

1. Tercapainya Kesepakatan IU-CEPA

Baca juga : Selvi Gibran: UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Presiden Von der Leyen mengumumkan tercapainya kesepakatan politik atas comprehensive economic partnership agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini dicapai setelah proses negosiasi yang berlangsung selama satu dekade.

“Bersama-sama, kita mengirimkan pesan yang kuat tentang pentingnya kemitraan jangka panjang yang dapat diprediksi. Kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, resiprositas, transparansi, dan nilai-nilai bersama. Perjanjian perdagangan baru ini akan membawa peluang besar bagi kedua bangsa kita,” katanya.

Presiden Von der Leyen mengatakan, perjanjian perjanjian baru ini akan membuka pasar baru, serta lebih banyak peluang di industri-industri utama, bisnis, dan pertanian, dan otomotif. Sektor jasa pun akan mendapatkan manfaat besar.

2. Kemitraan Strategis Indonesia-Uni Eropa

Baca juga : Langgar Kesepakatan, UEFA Denda Si Biru Rp590 Miliar

Kesepakatan Indonesia-Uni Eropa juga tercapai di bidang geopolitik dan keamanan. Presiden Von der Leyen menyampaikan inisiatif untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa ke tingkat kemitraan strategis.

“Ini berarti komitmen jangka panjang yang didasarkan pada kepercayaan, timbal balik, dan saling menguntungkan. Ini akan melengkapi pekerjaan penting yang kita lakukan bersama sebagai bagian dari hubungan UE-ASEAN,” tutur Presiden Von der Leyen.

3. Sistem Visa Kaskade 

Pada kesepakatan yang terkait konektivitas masyarakat, Presiden Von der Leyen mengumumkan kebijakan baru berupa sistem visa kaskade yang dapat mempermudah akses warga negara Indonesia ke wilayah Schengen.

Baca juga : DPD Nilai Prabowo Sukses Bawa Indonesia Penyeimbang Di Kancah Global

“Mulai sekarang, warga negara Indonesia yang mengunjungi Uni Eropa untuk kedua kalinya, akan memenuhi syarat untuk visa Schengen multi-entry. Hal ini akan memudahkan kunjungan, investasi, studi, dan hubungan. Intinya, kami sedang membangun jembatan antara masyarakat kita,” paparnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.