Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menteri Kuba Letakkan Jabatan Usai Bantah Keberadaan Warga Miskin
Rabu, 16 Juli 2025 13:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Marta Elena Feitó Cabrera resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Kuba pada 15 Juli 2025.
Keputusan ini muncul setelah pernyataannya yang kontroversial di hadapan Majelis Nasional, awal Juli lalu. Dia menyangkal keberadaan pengemis di pulau yang dikuasai Komunis.
"Tidak ada pengemis di Kuba. Ada orang yang berpura-pura menjadi pengemis untuk mendapatkan uang dengan mudah," katanya.
Baca juga : Memahami Asas Peradaban Islam
Lebih jauh lagi, Feitó Cabrera menuding orang-orang yang mencari-cari sampah sebagai peserta ilegal dalam layanan daur ulang.
Pernyataan tersebut memicu gelombang kemarahan dari masyarakat dan aktivis. Salah satu bentuk perlawanan muncul dalam bentuk petisi daring. Dalam waktu kurang dari seminggu, ribuan orang menandatangani tuntutan pencopotan Feitó.
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel juga mengkritik Feitó Cabrera pada sidang parlemen. Tanpa menyebut namanya, Presiden mengatakan bahwa kepemimpinan tidak bisa "bertindak merendahkan" atau "terlepas dari realitas" rakyat.
Baca juga : Frederik Kalalembang: Percayakan Penyelidikan Kematian Diplomat Ke Polisi
Dengan semakin parahnya krisis ekonomi di Kuba saat ini, pemandangan orang mengais-ngais tempat sampah untuk mencari makanan menjadi semakin umum. Kehidupan sehari-hari semakin terganggu oleh kekurangan bahan bakar dan seringnya pemadaman listrik. Banyak warga Kuba juga harus mencari obat-obatan dasar, pergi dari satu apotek ke apotek lain dengan harapan dapat menemukan obat yang mereka butuhkan.
Akhirnya 15 Juli lalu dia mengundurkan diri. Dalam pernyataan resmi, Feitó Cabrera mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada rakyat.
Pengunduran diri Feitó Cabrera diterima Polit Biro dan Dewan Negara. Pemerintah menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebijakan sosial dijalankan dengan sensitivitas dan efektivitas yang lebih baik ke depan.
Baca juga : PKP Terus Matangkan Program Lahan Lapas Jadi Kawasan Perumahan
Ini bukan pertama kalinya pejabat tinggi mundur karena tekanan publik. Namun kasus Feitó Cabrera menunjukkan semakin terbukanya ruang perdebatan politik di Kuba. Ruang yang dulu dimonopoli negara, kini mulai digugat warganya sendiri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya