Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (2)

Memahami Asas Peradaban Islam

Selasa, 15 Juli 2025 06:11 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Yang paling menakjubkan dari peradaban Islam ialah mengapa peradaban ini begitu cepat membumi? Mengapa begitu gampang menembus batas geografis dan merasuk di dalam lapis-lapis budaya masyarakat lokal?

Peradaban Islam bagaikan mempunyai kekuatan batin sehingga membuat sasaran-sasarannya tidak kuasa menolaknya. Karena, bukan hanya gagasannya masuk akal tetapi juga sehati dengan masyarakat. Apabila stelsel peradaban Islam bersentuhan dengan suatu negeri maka serta merta negeri itu respek dan merelakan diri tunduk di bawah spirit peradaban baru ini.

Baca juga : Belajar Dari Kejutan Gurun Pasir Tanah Arab

Ternyata kemudahan peradaban Islam berpenetrasi dengan mudah ke dalam lingkup peradaban lokal disebabkan karena asas peradaban Islam sangat universal dan seolah tidak menimbulkan ancaman bagi kekuatan-kekuatan lokal.

Dengan kata lain, peradaban Islam tidak menimbulkan ancaman terhadap pusat-pusat kerajaan dan pemerintahan setempat. Kalaupun ada, maka itu memang sejalan dengan nilai-nilai luhur lokal mereka. Di antara asas-asas peradaban dan kebudayaan Islam itu ialah:

Baca juga : Bagaimana Melaksanakan Dam?

1) Al- Ikha, yaitu menjunjung tinggi rasa persaudaraan kemanusiaan antara para pendatang dan penduduk lokal. Program al-ikha’ ini dicontohkan Nabi ketika hijrah ke Madinah. Laki-laki pendatang (Muhajirin) dikawinkan dengan perempuan pribumi (Anshar).

Demikian pula sebaliknya, laki-laki Anshar dikawinkan dengan perempuan Muhajirin. Akibatnya pembauran genetik yang dampaknya sangat strategis secara psikologis sangat penting. Generasi penerus kedua kelompok tidak direpotkan lagi dengan isu pribumi dan pendatang, karena terjadi pembauran utuh antara keduanya.

Baca juga : Mengurai Masalah Dam (Bagian 2)

2) Al-Musawa, yaitu prinsip persamaan. Islam memperkenalkan asas peradabannya dengan prinsip persamaan (al-musawa). Baik sebagai sesama makhluk biologis, sesama pewaris sejarah peradaban masa lalu, dan bentuk-bentuk persamaan lainnya. Islam selalu atau lebih sering mengedepankan prinsip persamaan (principle of identity) ketimbang prinsip perbedaan (principle of negation). Prinsip persamaan ini didasari oleh banyak ayat antara lain QS Al-Hujurat/49:13.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.