Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Polisi Jepang mengamankan seorang pria berusia 60 tahun setelah jasad ibunya yang sudah meninggal selama satu dekade ditemukan membusuk di toilet apartemen mereka di Kota Kobe, Prefektur Hyogo, Jepang.
Pria tersebut bernama Takehisa Miyawaki, ditangkap atas tuduhan meninggalkan mayat. Dia mengakui kepada pihak kepolisian bahwa sang ibu telah wafat 10 tahun lalu, dalam usia 95 tahun. Namun, dia tidak melapor karena takut dengan orang alias mengidap fobia sosial.
Kasus ini mencuat setelah seorang pegawai pemerintahan menemukan Miyawaki berjalan tertatih di jalanan pada 22 Mei lalu. Saat ditanya soal identitas dan keberadaan ibunya, Miyawaki bersikap tertutup.
Baca juga : Pake Setelan Jas, Pramono Tetap Patuh Rabu Naik Transportasi Umum
Kecurigaan pun muncul, dan laporan disampaikan ke kepolisian. Polisi kemudian menggeledah apartemen atas nama ibunya pada Juni.
Petugas mendapati tumpukan sampah serta kerangka manusia di dalam toilet. Hasil tes genetik membenarkan bahwa jasad tersebut adalah ibunda Miyawaki, yang diperkirakan telah meninggal lebih dari satu tahun lalu.
Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam kematiannya.
Baca juga : Beras Oplosan Rugikan Rakyat Rp 99T Per Tahun
“Saya menemukannya sudah dingin dan tidak bernapas. Tapi saya tidak berani laporbkarena fobia sosial,” ujar Miyawaki kepada penyidik, dilansir South China Morning Post.
Kasus ini memicu perbincangan para netizen. Sebagian publik menduga, motif Miyawaki bukan semata fobia, melainkan ingin tetap menerima pensiun sang ibu.
Netizen juga mempertanyakan mengapa tetangga tidak menyadari bau menyengat dari tubuh yang membusuk. Ada pula yang menyoroti sisi psikologis Miyawaki.
Baca juga : Kasus Beras Oplosan, Negara Rugi 99 T Per Tahun
“Dia lebih memilih berinteraksi dengan mayat ketimbang manusia hidup. Dia benar-benar punya fobia sosial,” tulis salah satu komentar.
Polisi masih mendalami kasus ini dan belum mengungkap kemungkinan pelanggaran lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya