Dark/Light Mode

Terus Dibantu Dan Dibela, Palestina Ucapkan Terima Kasih Ke RI

Minggu, 10 Agustus 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Duta Besar Palestina Yang Mulia Dr. Zuhair S.M Al-Shun saat menyambut kedatangan 22 Kadet Palestina calon mahasiswa Unhan RI, di Gedung Kemhan, Jakarta, Rabu (8/11/2023) lalu.  (Foto: Instagram/palestineembassy.id)
Presiden Prabowo Subianto bersama Duta Besar Palestina Yang Mulia Dr. Zuhair S.M Al-Shun saat menyambut kedatangan 22 Kadet Palestina calon mahasiswa Unhan RI, di Gedung Kemhan, Jakarta, Rabu (8/11/2023) lalu.  (Foto: Instagram/palestineembassy.id)

 Sebelumnya 
Ketiga, penentuan masa depan Palestina oleh rakyat Palestina,” tulis Kemenlu RI.

Selain kecaman dan dukungan diplomatik, Indonesia bahkan berencana mengevakuasi korban perang di Gaza ke Pulau Galang, Kepulauan Riau. Namun, rencana ini menuai pro kontra.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan, rencana ini kudu dapat persetujuan Palestina dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dia juga khawatir, Israel akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencegah warga Gaza pulang.

Baca juga : Bayu Biru Djarot: Harus Duduk Bareng, Karena Terkait Ekosistem

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas juga menilai rencana ini justru akan menguntungkan Israel dan Amerika Serikat yang tengah berupaya mencaplok seluruh wilayah Gaza.

Pengamat Politik Timur Tengah Pizaro Gozali Idrus mengingatkan, rencana Indonesia ini dapat memperlemah perjuangan warga Gaza. Dia mengingatkan, warga Gaza yang sudah keluar kemungkinan besar tak bisa kembali karena Israel sejak lama berupaya mengusir mereka.

“Bagus dari aspek kemanusiaan, tapi masih perlu kajian dan pertimbangan yang lebih dalam,” kata Peneliti Asia Middle East Centre for Research and Dialogue ini kepada Rakyat Merdeka, Jumat (8/8/2025).

Baca juga : Hariyadi Sukamdani: Aturan Royalti Bisa Mencekik Pelaku Usaha

Diketahui, kabinet keamanan Israel telah menyetujui rencana yang diusulkan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu agar militer Israel (IDF) mengambil alih penuh kendali Kota Gaza.

Saat ini, IDF sudah memegang kendali sekitar 75 persen jalur Gaza. Mayoritas penduduknya telah mengungsi. Diperkirakan, akan ada lebih banyak lagi yang terusir jika IDF mengambil alih wilayah yang tersisa.

Dunia pun ramai-ramai mengecam rencana Israel. PM Inggris Keir Starmer meminta Israel melakukan deeskalasi daripada melancarkan operasi. Yang dibutuhkan saat ini, adalah gencatan senjata, peningkatan bantuan kemanusiaan, pembebasan semua sandera. “Ini hanya akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah,” kecam Starmer.

Baca juga : Jangan Sampai Bebani UMKM

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mendesak Israel mundur dari rencananya. “Pengungsian paksa permanen merupakan pelanggaran hukum internasional,” tegas Wong.

Pemerintah Turki menilai, keputusan Israel sebagai fase baru kebijakan ekspansionis dan genosida di wilayah Gaza. Pemerintah Swiss menyatakan prihatin dengan pengumuman Pemerintah Israel.

Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menilai, langkah Netanyahu hanya akan menyebabkan kehancuran dan penderitaan berkepanjangan. Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp megingatkan, langkah ini sama sekali tak berkontribusi memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.