Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Singapura Makin Mantap Jadi Tujuan Para Pekerja Migran, Ini Fakta-Faktanya
Kamis, 21 Agustus 2025 21:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Angka kepuasan pekerja migran dalam bekerja dan tinggal di Singapura, mencetak angka 95,3 persen pada tahun 2024. Atau meningkat dibanding tahun 2018, yang dibukukan dengan angka 86,3 persen. Ini adalah angka tertinggi yang tercatat, sejak Survei Pengalaman Pekerja Migran dan Pemberi Kerja Pekerja Migran diluncurkan pada tahun 2011.
Mayoritas responden (96,7 persen) menyatakan berniat untuk tetap bekerja di perusahaan tempat mereka bekerja saat ini, atau kembali ke Singapura di masa mendatang. Angka ini meningkat dibanding tahun 2018 yang tercatat dengan angka 91,9 persen.
"Ini mencerminkan keyakinan yang berkelanjutan terhadap Singapura sebagai tujuan pilihan untuk bekerja," kata Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Singapura dalam keterangan yang dirilis di situs resminya, Kamis (21/8/2025).
Berdasarkan tren perbaikan sentimen, sebanyak 92,3 persen pekerja migran menyatakan siap merekomendasikan Singapura sebagai tempat bekerja pada tahun 2024. Atau naik dari 84,0 persen pada tahun 2018.
Alasan Rekomendasikan Singapura
Ada tiga alasan kuat yang membuat para pekerja migran di Singapura merekomendasikan bekerja di Negeri Singa. Pertama, lingkungan kerja Singapura (84,4 persen), gaji tinggi (71,2 persen), dan perlindungan pekerja yang memadai (65,2 persen).
Dalam hal kepercayaan terhadap regulasi, sebanyak 97,0 persen responden setuju bahwa Kemenaker Singapura telah terbukti efektif dalam melindungi hak pekerja migran. Mereka pun merasa memiliki kondisi kerja yang aman. Angka ini naik dari sekitar 87 persen pada tahun 2018, untuk kedua indikator tersebut.
Fakta lain yang menarik: para pekerja migran Singapura merasa semakin mendapatkan kemudahan akses terhadap bantuan. Sebanyak 89,3 persen responden merasa mudah menghubungi Kemenaker Singapura, untuk masalah terkait ketenagakerjaan. Angka ini meningkat dibanding tahun 2018, yang tercatat dengan angka 82,8 persen.
Baca juga : 76 Pelajar Dari 38 Provinsi Jadi Paskibraka 2025, Ini Daftar Namanya
Hal lainnya, kepercayaan di tempat kerja juga terlihat kuat. Pasalnya, hampir semua responden (99,5 persen) mengatakan mereka akan menghubungi atasan atau pemberi kerja, jika terjadi kecelakaan kerja.
Mayoritas pekerja migran di Singapura (92,0 persen) telah menerima pembayaran gaji elektronik, langsung ke rekening.
Tak kalah menarik, sebanyak 88,5 persen responden mengaku mendapatkan pilihan makanan yang mereka sukai—biasanya memasak sendiri atau membeli makanan dari warung—. Ini menunjukkan responsivitas perusahaan terhadap preferensi pekerja.
Sentimen Positif Pemberi Kerja
Survei kepuasan pekerja migran dan para pemberi kerja di Singapura juga mengungkap fakta, sebanyak 70,8 persen pemberi kerja menyatakan puas terhadap kualitas pekerja migran mereka. Hanya sebagian kecil (1,4 persen) yang melaporkan ketidakpuasan.
"Hal ini menunjukkan, para pemberi kerja umumnya memiliki sentimen positif terhadap pekerja migran mereka," ujar Kemenaker Singapura.
Dalam hal retensi, sebanyak 75,2 persen pemberi kerja menyatakan telah memperbarui izin kerja lebih dari 80 persen tenaga kerja migran mereka. Poin ini menunjukkan hubungan kerja yang stabil.
Proaktif Mempertahankan Pekerja
Para pemberi kerja di Singapura bersikap proaktif dalam mempertahankan pekerja. Mayoritas (88,8 persen) pemberi kerja menawarkan tunjangan, yang paling umum adalah kenaikan gaji (81,7 persen) untuk mendorong pekerja agar tetap bertahan.
Baca juga : Jangan Samakan Pajak dan Zakat, Ini Perbedaannya
Di luar persyaratan wajib, sebanyak 80,6 persen pemberi kerja menyediakan pelatihan tambahan untuk meningkatkan keterampilan pekerja migran mereka. Ini menunjukkan komitmen untuk mempertahankan tenaga kerja migran terampil.
Temuan lainnya, sebanyak 81,7 persen pemberi kerja juga menganggap cakupan asuransi kesehatan wajib yang ditetapkan Kemenaker Singapura sudah memadai.
Akses Pekerja Berkualitas
Meskipun 47,5 persen pemberi kerja merasa memiliki akses yang baik terhadap pekerja migran secara keseluruhan, hanya 27,3 persen yang menyatakan mudah menemukan pekerja migran dengan keterampilan yang relevan.
Hal ini menunjukkan masih ada ruang untuk perbaikan, agar pemberi kerja dapat mempekerjakan karyawan dengan skill yang lebih tinggi, terutama untuk posisi yang lebih terspesialisasi.
Merespons hal ini, Kemenaker Singapura mencatat area-area yang perlu mendapat perhatian ekstra. Terutama, meningkatnya kesulitan para pemberi kerja dalam menemukan pekerja dengan keterampilan yang tepat.
"Sebagaimana diumumkan pada Committee of Supply 2025, kami akan terus menyempurnakan kerangka kerja untuk lebih meningkatkan kualitas pemegang Izin Kerja kami. Serta memungkinkan pemberi kerja untuk merekrut dan mempertahankan pekerja dengan kualitas yang lebih tinggi," tutur Kemenaker Singapura.
"Kami akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan utama, untuk meningkatkan kondisi hidup pekerja dan mendukung kesejahteraan mereka," imbuh pernyataan tersebut.
Baca juga : Cinta Laura, Minta Didoakan Naik Pelaminan
Survei ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kemenaker Singapura untuk lebih memahami pengalaman pekerja migran yang bekerja dan tinggal di Singapura, serta perspektif pemberi kerja dalam perekrutan dan pengelolaan tenaga kerja migran mereka.
Survei yang dijalankan pada Oktober 2023 hingga Februari 2024 ini melibatkan 2.825 pekerja migran dan 2.212 pemberi kerja.
Untuk memastikan hasil survei mewakili populasi pekerja migran dan pemberi kerja yang mempekerjakan mereka, sampel survei dipilih secara acak dari kerangka sampel yang dirancang untuk mencerminkan profil populasi pekerja migran dan pemberi kerja pekerja migran di Singapura.
Meski Kemenaker Singapura melakukan survei terhadap pekerja migran setiap lima tahun, ini adalah pertama kalinya mereka men-survei pemberi kerja pekerja migran untuk memahami perspektif mereka dalam perekrutan dan pengelolaan tenaga kerja migran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya