Dark/Light Mode

Prancis Balikin Tengkorak Raja Madagaskar Setelah 128 Tahun

Rabu, 27 Agustus 2025 15:47 WIB
Upacara pengembalian tengkorak Raja Toera dari Madagaskar di Kementerian Pendidikan Prancis, di Paris, Selasa (26/8/2025). (Foto Tangkapan Layar)
Upacara pengembalian tengkorak Raja Toera dari Madagaskar di Kementerian Pendidikan Prancis, di Paris, Selasa (26/8/2025). (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah lebih dari satu abad, tengkorak Raja Toera dari suku Sakalava—yang tewas dan dipenggal pasukan kolonial Prancis pada tahun 1897— secara resmi dikembalikan ke Madagaskar. Tengkorak tersebut, bersama dua lainnya dari anggota istana. Tengkorak itu sebelumnya disimpan di Museum of Natural History in the French di Paris.

Upacara penyerahan tengkorak ini dilakukan di Kementerian Kebudayaan Prancis. Dalam upacara tersebut, tiga kotak berisi tengkorak dibalut kain tradisional. Prosesi yang khidmat berlangsung di dalam gedung Kementerian Kebudayaan Prancis yang mewah.

Menteri Kebudayaan Madagaskar Volamiranty Donna Mara, menyambut baik pengembalian ini. Dia menyebut bahwa pengambilan tengkorak tersebut telah menjadi luka terbuka bagi Madagaskar selama lebih dari satu abad.

Baca juga : Macet Bikin Jakarta Tekor Rp 100 Triliun Setiap Tahun

"Tengkorak-tengkorak ini bukan barang koleksi; tengkorak-tengkorak ini adalah mata rantai tak kasat mata dan tak terhapuskan yang menyatukan masa kini dan masa lalu kita," kata Mara.

Pada Agustus 1897, pasukan Prancis yang dikirim untuk menegaskan kontrol kolonial atas kerajaan Menabe dari suku Sakalava di Madagaskar barat membantai tentara lokal.

Raja Toera dibunuh dan dipenggal kepalanya, dikirim ke Paris sebagai trofi kemenangan. Hampir 130 tahun kemudian, tekanan dari keturunan raja dan Pemerintah negara di Samudra Hindia itu meminta pengembalian tengkorak tersebut.

Baca juga : Pramono Minta Dishub Hingga Kepolisian Tindak Pak Ogah Di Jalan TB Simatupang

Tidak ada bukti DNA bahwa tengkorak tersebut adalah tengkorak Raja Toera. Pasalnya tes yang dilakukan beberapa tahun yang lalu tidak meyakinkan. Pada akhirnya, seorang cenayang Sakalava tradisional yang mengonfirmasi bahwa tengkorak tersebut adalah tengkorak raja. Tim ilmiah gabungan dari kedua negara juga memastikan bahwa ketiga tengkorak itu berasal dari etnis Sakalava.

"Tengkorak-tengkorak ini memasuki koleksi nasional dalam situasi yang jelas-jelas melanggar martabat manusia dan dalam konteks kekerasan kolonial," ujar Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati sebagaimana dikutip Al-Jazeera, Rabu (27/8/2025). 

Ini adalah pertama kalinya Prancis mengembalikan sisa-sisa manusia setelah adanya undang-undang baru pada tahun 2023 yang mempermudah proses pengembalian benda-benda warisan kolonial.

Baca juga : Akses Dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis Serta Asta Cita

Saat ini, dari sekitar 30.000 koleksi di museum itu, sepertiganya berasal dari berbagai negara. Negara-negara lain seperti Australia dan Argentina juga telah meminta agar jenazah leluhur mereka dikembalikan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Antananarivo, Ibu Kota Madagaskar, April 2025. Dia menyampaikan permintaan maaf atas masa kolonial yang disebutnya sebagai berdarah dan tragis.

Tengkorak-tengkorak tersebut dijadwalkan akan dipulangkan ke Madagaskar pada hMinggu (31/8/2025) dan akan dimakamkan secara layak. Pemerintah Madagaskar juga berencana memberikan penghormatan pada saat peringatan eksekusi Raja Toera di akhir Agustus ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.