Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Iran menyayangkan keputusan Australia untuk menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dinyatakan dalam pernyataan resmi Kemlu Iran, seperti dikutip dari kantor berita Iran, IRNA dan Organisasi Kantor Berita Asia-Pasifik, OANA.
Kemlu Iran menilai, langkah tersebut tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan tradisi hubungan kedua negara.
Kemlu Iran juga menolak tuduhan penyebaran antisemitisme dari Australia serta menyayangkan keputusan yang tidak dapat dibenarkan, yang bertentangan dengan tradisi hubungan diplomatik antara Iran dan Australia.
Baca juga : Melawan Intoleransi dan Radikalisme di Era Digital dengan Nalar Kolektif
"Merupakan kenyataan historis dan terdokumentasi, bahwa antisemitisme pada dasarnya adalah fenomena Eropa Barat yang telah muncul dalam berbagai bentuk pada periode waktu yang berbeda," kata kementerian tersebut lebih lanjut, pada Selasa (26/8/2025) malam.
Kemlu Iran menambahkan, fenomena tersebut semakin disalahgunakan dalam beberapa tahun terakhir untuk menghancurkan protes apa pun terhadap pendudukan Israel, apartheid, dan genosida Palestina.
Kemlu Iran mengeluarkan reaksi tersebut setelah Pemerintah Australia memerintahkan Duta Besar Iran Ahmad Sadeghi dan tiga pejabat lainnya untuk meninggalkan Australia.
Baca juga : Eddy Soeparno: Aksi Antisipatif Cegah Kualitas Udara Memburuk
Australia menggambarkan, yang dilakukan para pejabat tersebut sebagai serangan antisemitisme di Sydney dan Melbourne dalam beberapa bulan terakhir. Australia juga menarik diplomatnya sendiri dari Tehran.
Kemlu Iran menyatakan, langkah Australia untuk melontarkan tuduhan terhadap Iran dan penargetan hubungan diplomatik bilateral, sejalan dengan kebijakan Israel untuk mengalihkan opini publik dari genosida di Gaza dan meningkatnya ketegangan di Asia Barat.
"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, meskipun tetap memiliki hak mengambil tindakan balasan, mendesak pihak Australia untuk mempertimbangkan kembali keputusannya yang salah," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca juga : PLN Icon Plus dan APKASI Dorong Pemerataan Digitalisasi dan Energi Terbarukan
Tanggung jawab atas konsekuensi keputusan tersebut, ujar pernyataan Kemlu Iran lagi, termasuk masalah yang akan ditimbulkan bagi komunitas Iran di Australia, berada di tangan pemerintah Canberra. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya