Dark/Light Mode

Pengamat: Kenaikan Defisit APBN 2025 Masih Terkendali, Tak Perlu Panik

Senin, 21 April 2025 10:59 WIB
Pengamat Ekonomi Ari Martino
Pengamat Ekonomi Ari Martino

RM.id  Rakyat Merdeka - Kenaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang terjadi pada awal tahun dinilai masih dalam batas wajar dan tidak perlu menjadi alasan kepanikan publik.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat ekonomi Ari Martino menyikapi sejumlah narasi negatif yang menyebutkan kondisi APBN mengarah pada ketidakstabilan fiskal.

Menurut Ari, peningkatan defisit APBN dari Rp 31,2 triliun pada akhir Februari menjadi Rp 104,2 triliun pada Maret 2025, telah diantisipasi melalui strategi pembiayaan yang terukur dan terencana.

Kata dia, kenaikan ini merupakan dinamika normal dalam pengelolaan fiskal, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

Baca juga : Bertemu Penggemar Indonesia, ASC2NT Gelar Sesi Tanda Tangan Pertama Di Mall Ciputra Jakarta

Ari menekankan bahwa Pemerintah tetap menjalankan kebijakan fiskal dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.

"Tidak ada lonjakan defisit tanpa strategi pembiayaan yang jelas," tegasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/4/2025),

Strategi tersebut, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjaga keberlanjutan fiskal jangka menengah dan panjang.

Oleh karena itu, publik diminta untuk melihat data fiskal secara komprehensif, bukan hanya berfokus pada angka defisit secara parsial.

Baca juga : Kurang Zat Besi Bikin Prestasi Anak Menurun

Lebih lanjut, Ari menjelaskan penurunan penerimaan pajak di awal tahun merupakan hal yang wajar bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Aktivitas ekonomi yang belum sepenuhnya pulih di kuartal pertama menjadi penyebabnya.

Namun, ia mencatat perbaikan yang signifikan pada Maret 2025, dengan pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 9,1 persen.

Sebagai indikator kesehatan fiskal, Ari menyoroti surplus keseimbangan primer sebesar Rp 17,5 triliun hingga akhir triwulan I-2025.

Baca juga : Mentan: Ada Dampak Tapi Tidak Perlu Dikhawatirkan

"Surplus ini membuktikan bahwa pengelolaan fiskal kita tetap sehat dan terkendali, serta APBN 2025 masih berada di jalur yang aman," jelasnya.

Pemerintah, tambahnya, terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui berbagai langkah, seperti penyesuaian tarif impor-ekspor, peningkatan royalti sektor mineral dan batu bara, serta disiplin dalam pengendalian belanja negara.

Dengan strategi tersebut, APBN 2025 diharapkan tetap efektif sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.