Dark/Light Mode

Usai Dirumorkan Tutup Usia, Trump Umumkan Pemindahan Markas US Space Command

Rabu, 3 September 2025 11:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) mengumumkankan pemindahan markas US Space Command dari Negara Bagian Colorado ke Negara Bagian Alabama, di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 2 September 2025. (Foto Tangkapan Layar)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) mengumumkankan pemindahan markas US Space Command dari Negara Bagian Colorado ke Negara Bagian Alabama, di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 2 September 2025. (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah absen dari sorotan publik selama sepekan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul kembali di Oval Office, Gedung Putih pada Selasa (2/9/2025) waktu setempat, untuk mengumumkan bahwa Markas Komando Antariksa AS atau US Space Command akan dipindahkan ke Huntsville, Negara Bagian Alabama. Kebijakannya membatalkan keputusan era Joe Biden yang pada 2023 menetapkan lokasinya di Spring Colorado, Negara Bagian Colorado.

Pemindahan US Space Command

Keputusan Trump tersebut menandai akhir dari perebutan selama empat tahun antara dua negara bagian, Alabama dan Colorado mengenai di mana markas besar US Space Command akan ditempatkan. Persaingan ini sangat sengit karena keberadaan markas tersebut akan memberikan manfaat ekonomi besar bagi wilayah yang terpilih. Para pejabat dari kedua negara bagian bersikeras bahwa wilayah merekalah yang paling layak.

"Markas Komando Antariksa AS akan pindah ke lokasi yang indah di sebuah tempat bernama Huntsville, Alabama, yang akan selamanya dikenal sebagai  Rocket City," ujar Trump, mengulangi julukan yang telah digunakan kota ini selama beberapa dekade karena perannya dalam program antariksa AS, dilansir Associated Press, Rabu (3/9/2025).

"Alabama telah berjuang lebih keras dari siapa pun," imbuh Trump yang didampingi anggota Partai Republik dari delegasi Kongres Alabama.

Huntsville punya sejarah panjang dalam program luar angkasa termasuk peran penting dalam badan antariksa AS, NASA (National Aeronautics and Space Administration) dan militer. Di sana sudah ada fasilitas seperti Redstone Arsenal, NASA Marshall Space Flight Center, dan Space and Missile Defense Command. Agenda selanjutnya, sekitar 1.400 pekerjaan akan dipindahkan ke Huntsville dalam lima tahun ke depan.

Protes Gubernur Colorado

Sementara Colorado Springs juga merasa mumpuni karena infrastruktur militernya yang telah mapan. Seperti Pangkalan Angkatan Udara Peterson dan Pangkalan Angkatan Antariksa Schriever, yang memudahkan integrasi.

Gubernur Colorado Jared Polis menyebut pemindahan tersebut sangat mengecewakan. Dia menuntut penjelasan tentang bagaimana keputusan itu dibuat.

Baca juga : Kemendagri Luncurkan Satu Data Nasional, Keamanan Jadi Fokus Utama

“Keputusan ini keliru dan dapat melemahkan kesiapan militer dan keamanan nasional, serta mengikis kepercayaan rakyat terhadap keputusan para pemimpinnya," kritik Polis.

“Memindahkan markas Space Command juga buang-buang uang pajak dan akan merepotkan keluarga militer,” imbuhnya.

Selain penjelasan Trump soal pemindahan markas tersebut. Sebagian besar menilai Alabama lebih dipilih karena merupakan basis Partai Republik, sementara Colorado condong mendukung Partai Demokrat.

Patahkan Rumor Kematian Trump

Kehadiran Trump di Gedung Putih telah mematahkan rumor yang berkembang soal ketidakhadirannya di depan publik hampir sepekan terakhir. Presiden ke-47 AS itu dikabarkan sakit parah atau bahkan meninggal. Rumor tersebut viral di media sosial BlueSky dan X. Pasalnya di antara para influencer konspirasi yang mempertanyakan soal tangan Trump yang sering tampak memar.

Trump, yang menurut sejumlah sumber dekat presiden telah lama merasa tidak nyaman dengan memar di tangannya, menepis spekulasi tentang kondisi kesehatannya dan menegaskan bahwa dia sangat aktif selama libur akhir pekan.

 “Ini gila,” katanya kepada para wartawan.

“Banyak yang tahu saya sangat aktif selama Hari Buruh ini,” tegasnya.

Baca juga : Persib Umumkan Pemain Baru Lewat TVRI Jabar

Sebagai informasi, Labor Day atau Hari Buruh adalah hari libur nasional di AS yang diperingati setiap Senin pertama bulan September. Meski hanya satu hari, biasanya dimanfaatkan sebagai libur akhir pekan yang panjang.

Dilansir CNN, meski jauh dari sorotan publik, Trump sama sekali tidak diam. Pada hari Jumat, dia melakukan wawancara panjang dengan media Daily Caller. Mereka membahas berbagai topik mulai dari kebijakan penanggulangan kejahatan, perang di Ukraina, hingga proyek renovasi Gedung Putih yang sedang berkembang.

Sepanjang akhir pekan, dia juga aktif mengisi platform media sosial miliknya, Truth Social. Pada Sabtu, dia bahkan mengunggah sebuah tulisan sepanjang 247 kata—dengan video terlampir—yang menceritakan konfrontasinya dengan seorang pekerja subkontraktor yang menurutnya telah menggores batu baru di area Rose Garden (taman mawar Gedung Putih).

Sementara itu, para fotografer menjepret momen Trump saat bepergian ke dan dari lapangan golfnya di Virginia.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump baik-baik saja dan memiliki energi yang luar biasa.

 "Spekulasi di dunia maya itu gila dan tidak berdasar, dan jelas didorong oleh aktivis Demokrat dan orang-orang gila sayap kiri," tuding Leavitt.

 "(Trump) telah transparan tentang kesehatannya kepada publik, tidak seperti pendahulunya, yang berminggu-minggu tidak berbicara kepada media dan menghabiskan sepertiga masa kepresidenannya dengan tidur saat liburan," sindir Leavitt.

Sakit Orang Usia Tua

Baca juga : Kualifikasi Piala Asia, PSSI Umumkan 23 Pemain Timnas U-23

Sumber-sumber yang dekat dengan Trump mengungkapkan, memar tersebut telah terjadi jauh sebelum dia menjabat kembali. Dia telah dievaluasi beberapa kali, dan kesimpulannya serupa, karena usia dan penggunaan aspirin.

Namun, bukti-bukti sepanjang akhir pekan bahwa Trump masih hidup tidak banyak membantu meredam spekulasi di internet. Mereka tidak bisa move on  sejak foto-foto yang beredar awal tahun ini menunjukkan memar di tangannya.

Gedung Putih mengatakan pada saat itu bahwa presiden berusia 79 tahun tersebut telah didiagnosis dengan insufisiensi vena kronis. Suatu kondisi yang umum terjadi pada orang lanjut usia di mana katup di dalam pembuluh darah tertentu tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga darah menggenang di pembuluh darah.

"Pemeriksaan tidak menemukan indikasi kondisi yang lebih serius," tulis dokter Trump, Dr. Sean Barbabella, pada saat itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.