Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pidato Perdana Prabowo Di PBB, Cermin Arah Diplomasi Indonesia
Selasa, 23 September 2025 05:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufiq Lubis, menegaskan kehadiran Presiden Indonesia di Sidang Umum PBB bukan sekadar kunjungan kerja. Tradisi ini, kata dia, telah menjadi ritual diplomatik sarat makna.
“Pidato perdana di PBB adalah pernyataan resmi pertama seorang presiden baru di panggung global. Di situ dunia membaca arah politik luar negeri Indonesia,” ujar Tantan dalam pernyataannya, Senin (22/9/2025).
Ia mencontohkan, Presiden pertama Soekarno lewat pidato legendaris “To Build The World A New” (1960), tampil sebagai penggugat status quo Perang Dingin. Sementara Soeharto memanfaatkan PBB untuk menampilkan Indonesia sebagai negara stabil dan aman investasi.
Baca juga : Pidato Prabowo Menjadi Memory Of The World, 65 Tahun Setelah Soekarno
Di era pasca-reformasi, lanjut Tantan, BJ Habibie hadir meyakinkan dunia soal transisi demokrasi. Gus Dur mengusung pluralisme dan perdamaian. Megawati menegaskan komitmen melawan terorisme pasca tragedi 9/11.
“Puncak diplomasi soft power Indonesia ada di era SBY. Beliau menjadi juru damai global, mempromosikan dialog antaragama, demokrasi, hingga perdamaian dunia,” jelasnya.
Adapun Presiden Joko Widodo membawa gaya pragmatis. Podium PBB dipakai untuk diplomasi ekonomi, investasi, perubahan iklim, hingga isu kelapa sawit. Bahkan di masa pandemi, Jokowi tetap berpidato lewat jalur daring.
Baca juga : Inter Raih Kemenangan, Kiper Timnas Indonesia Gemilang
Kini, giliran Presiden Prabowo Subianto melanjutkan tradisi ini di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan: perang Eropa, rivalitas AS–China, krisis iklim, dan ketidakpastian global.
“Dunia akan menunggu. Apakah Prabowo tampil vokal seperti Soekarno, menjadi juru damai seperti SBY, atau pragmatis ala Jokowi. Yang jelas, tradisi ini adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk mendefinisikan ulang peran Indonesia,” tegas Tantan, yang juga inisiator Asian African Youth Government.
Ia menambahkan, ada satu konsistensi yang tak berubah: siapa pun presidennya, Indonesia selalu teguh mendukung kemerdekaan Palestina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya