Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerintah AS Shutdown Untuk Ke 21 Kali Dalam 50 Tahun, Apa Dampaknya
Kamis, 2 Oktober 2025 13:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump resmi shutdown mulai Rabu (1/10/2025) dini hari waktu setempat. Penutupan Pemerintah federal ini menandai yang ke 21 kalinya dalam 50 tahun terakhir.
Sebagian besar penutupan tersebut berlangsung kurang dari seminggu, tetapi yang terlama dalam sejarah AS adalah lebih dari sebulan. Penutupan pemerintah federal yang terakhir terjadi pada akhir 2018 dan awal 2019 yang berlangsung selama 35 hari. Ini shutdown yang terlama yang pernah terjadi di Negeri Paman Sam itu.
Apa itu government shutdown
Istilah "shutdown pemerintah AS" (atau US government shutdown) merujuk pada situasi di mana sebagian besar layanan Pemerintah Federal AS terpaksa berhenti sementara karena anggaran Pemerintah tidak disetujui Kongres. Kongres AS harus menyetujui anggaran Pemerintah pada 30 September pukul 23.59, tetapi Partai Republik gagal mencapai kesepakatan dengan Partai Demokrat.

Meskipun Republik menguasai DPR dan Senat, mereka tidak memiliki 60 suara yang dibutuhkan di Senat agar RUU lolos. Pemungutan suara di Senat, Selasa (30/9/2025), berakhir dengan suara 55-45.
Kebuntuan itu butut dari Demokrat menuntut perpanjangan subsidi asuransi di bawah Affordable Care Act, menolak pemotongan dana Medicaid, serta keberatan atas pengurangan anggaran lembaga kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC), badan kesehatan masyarakat dan National Institutes of Health (NIH), lembaga riset medis utama milik Pemerintah AS.
Anggota DPR AS (Demokrat) Ami Bera mengatakan, shutdown dapat berdampak luas pada komunitas, mulai dari penundaan layanan federal hingga ketidakpastian bagi pekerja federal, usaha kecil, dan keluarga militer.

"Sebagai perwakilan di Kongres, prioritas utama saya adalah memastikan Anda dan keluarga memiliki sumber daya dan informasi untuk melewati masa-masa ini. Meskipun banyak operasi federal yang berhenti sementara, kantor saya di Sacramento, California dan Washington DC akan tetap buka dan siap membantu Anda," jelasnya dalam keterangan di website resminya bera.house.gov.
"Jika Anda memerlukan bantuan untuk masalah-masalah yang sensitif terhadap waktu seperti Jaminan Sosial, Medicare, International Review System (IRS) , tunjangan veteran, imigrasi, atau paspor, jangan ragu menghubungi kantor saya untuk menceritakan bagaimana penutupan ini memengaruhi Anda atau keluarga Anda," imbau politikus AS yang pernah ke Indonesia pada 12 November 2021.
Dalam website resminya, Ami Bera menampilkan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan terkait shutdown.

Mengapa Pemerintah AS Bisa Mengalami Shutdown
Shutdown Pemerintah terjadi ketika Kongres tidak mampu meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran, disebut juga Appropriations—yang diperlukan untuk menjaga agar lembaga-lembaga federal tetap beroperasi memasuki tahun anggaran baru, yang dimulai setiap tanggal 1 Oktober.
Karena tidak tercapai kesepakatan hingga pukul 11:59 malam pada 30 September 2025, maka shutdown parsial resmi dimulai pada pukul 12:01 dini hari waktu ET (Waktu Timur AS) pada 1 Oktober 2025.
Selama shutdown layanan penting (essential) tetap berjalan. Namun, layanan lainnya terganggu atau tertunda.
Layanan dan Program Pemerintah yang Terdampak saat Shutdown dan Dampaknya bagi Publik
Shutdown Pemerintah, baik parsial maupun penuh, memengaruhi berbagai layanan dan program pemerintah. Selama shutdown parsial pada tahun 2018-2019, Food and Drug Administration (FDA) menghentikan inspeksi rutin, yang meningkatkan risiko kesehatan masyarakat.

National Park Service menghentikan pengumpulan sampah dan perbaikan jalan, sehingga menciptakan kondisi yang tidak higienis dan jalan yang tidak aman, sementara beberapa taman nasional dan museum ditutup sepenuhnya.
Baca juga : Pertamina EP Salurkan Bantuan Ke 2.300 Penerima Manfaat
Selain itu, lebih dari 86.000 sidang pengadilan imigrasi dibatalkan, yang memperburuk penumpukan kasus yang sudah ada.
Shutdown tersebut juga mengancam program Temporary Assistance for Needy Families (TANF) di beberapa negara bagian, sehingga keluarga berpenghasilan rendah dan anak-anak menjadi berisiko.
Layanan dan Program Pemerintah yang Tetap Berjalan saat Shutdown
Selama shutdown, layanan esensial yang terkait dengan keamanan nasional dan keselamatan publik, seperti perawatan medis rawat inap dan darurat, pengendalian lalu lintas udara, penegakan hukum, keamanan perbatasan, bantuan bencana, dan pemeliharaan jaringan listrik tetap berjalan, meskipun mungkin mengalami gangguan.
Misalnya, selama shutdown 2018-2019, pengatur lalu lintas udara bekerja tanpa gaji, menyebabkan penundaan yang meluas dan bahkan penghentian sementara penerbangan masuk di Bandara LaGuardia. Layanan yang tidak tergantung pada undang-undang pendanaan tahunan, seperti Layanan Pos Amerika Serikat (USPS) dan program seperti Social Security dan Medicare, juga tetap berjalan, namun dapat menghadapi gangguan.
Sebagai contoh, selama shutdown tahun anggaran 1996, sebagian besar staf Administrasi Jaminan Sosial (Social Security Administration) awalnya dirumahkan (furloughed), sehingga menyebabkan keterlambatan dalam layanan, meskipun manfaat Jaminan Sosial tetap didanai.
Apa yang Terjadi pada Pegawai Federal saat Shutdown?
Pegawai federal dari lembaga yang mengalami shutdown biasanya mengalami dua kondisi:
• Dirumahkan (furloughed) — dilarang bekerja dan tidak dibayar gaji selama shutdown
• Diharuskan bekerja tanpa gaji jika peran mereka dianggap esensial untuk keselamatan publik
Meskipun Kongres biasanya menyetujui pembayaran gaji secara retrospektif (dibayar belakangan) setelah pemerintah kembali beroperasi, hal ini tidak menghilangkan kesulitan finansial yang mereka hadapi secara langsung selama shutdown berlangsung.
Bagaimana Proses Mengakhiri Shutdown Pemerintah, Apakah Presiden Bisa Mengakhirinya?
Untuk mengakhiri shutdown, Kongres harus: meloloskan Rancangan Undang-Undang Anggaran (Appropriations Bills) yang diajukan Pemerintah untuk membiayai kembali departemen dan lembaga pemerintah yang terdampak. Presiden tidak memiliki wewenang untuk secara sepihak mengakhiri shutdown. Prosesnya tetap mengikuti alur legislasi normal, yang memerlukan persetujuan dua lembaga legislatif (DPR AS dan Senat).
Apa Dampak Shutdown terhadap Publik dan Ekonomi AS?
Shutdown itu merugikan banyak pihak. Masyarakat tidak bisa mengakses layanan dan program Pemerintah seperti biasa, dan pegawai Pemerintah ada yang dirumahkan tanpa gaji atau harus tetap kerja tapi tidak dibayar sementara waktu.
Selain itu, shutdown bikin pemerintah harus mengatur ulang operasionalnya, yang butuh banyak waktu dan tenaga, sehingga pelayanan ke publik bisa terganggu.
Shutdown juga bikin pemasukan negara berkurang, misalnya karena taman nasional ditutup jadi nggak ada tiket masuk atau penjualan toko suvenir.
Secara keseluruhan, shutdown merugikan ekonomi negara. Contohnya, waktu shutdown tahun 2018-2019, Amerika rugi sekitar 11 miliar dolar AS.
Fasilitas Pemerintah Federal yang Terdampak Shutdown
Baca juga : Pemerintah Targetkan Listrik Masuk ke 1,2 Juta Rumah Tangga Hingga 2029
Jika terjadi shutdown, beberapa fasilitas federal berikut ini dapat terdampak secara langsung, baik melalui penutupan, pengurangan layanan, atau keterlambatan operasional:
• Pangkalan militer, gudang senjata, depo logistik, dan markas senjata federal
• Fasilitas medis Departemen Urusan Veteran (Veterans Affairs)
• Lembaga pemasyarakatan federal (penjara) dan gedung pengadilan federal
• Laboratorium nasional milik pemerintah
• Fasilitas dalam Sistem Taman Nasional (National Park System), hutan nasional, dan lahan lain yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah federal
• Pelabuhan, termasuk bandar laut, bandar udara, dan terminal antarmoda yang memiliki fasilitas bea cukai atau penegakan hukum federal
• Fasilitas IRS (Internal Revenue Service, badan pajak federal)
• Lembaga penegak hukum federal seperti FBI, ATF, DEA, dan CBP (Patroli Perbatasan AS)
• Gedung-gedung perkantoran pemerintah federal secara umum
Namun, sebagian dari fasilitas ini tetap beroperasi secara terbatas, terutama jika dianggap layanan esensial (seperti penegakan hukum dan keamanan).
Punya Rencana Liburan ke Washington DC, Apakah Tur Masih Berjalan?
Selama shutdown, seluruh tur ke situs federal akan dihentikan sementara, termasuk:
• Museum-museum Smithsonian
• Gedung Capitol (Kongres AS)
Baca juga : Pemerintah Siapkan Duit Rp 1,2 Triliun Untuk 140,7 Juta Orang Terdampak PHK
• Gedung Putih
• Markas FBI
• Mahkamah Agung
• Perpustakaan Kongres
• Taman Botani Amerika Serikat (U.S. Botanic Garden)
Apakah Rencana Pelesiran Terdampak?
Banyak pegawai Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) yang melakukan pemeriksaan keamanan di bandara dan Federal Aviation Administration (FAA), pengatur lalu lintas udara, dikategorikan sebagai pekerja esensial, sehingga mereka tetap bekerja dan layanan utama tetap berjalan.
Namun, karena adanya pengurangan staf akibat furlough, pengguna transportasi udara harus bersiap menghadapi:
• Waktu tunggu yang lebih lama
• Potensi penundaan penerbangan
• Kemungkinan pembatalan penerbangan
Dianjurkan untuk bersabar dan bersikap baik kepada para petugas ini, karena banyak dari mereka tetap bekerja tanpa menerima gaji selama shutdown.
Untuk layanan visa dan paspor:
• Tidak diperkirakan terdampak langsung oleh shutdown karena lembaga seperti US Citizenship and Immigration Services (USCIS) dan Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri dibiayai dari biaya pengurusan.
• Namun, jika terjadi kekurangan dana berkepanjangan, operasional bisa terganggu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya