Dark/Light Mode

Profil Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York, Siap Tangkap Netanyahu

Rabu, 5 November 2025 20:47 WIB
Zohran Mamdani. Foto: Instagram/zohrankmamdani
Zohran Mamdani. Foto: Instagram/zohrankmamdani

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat. Zohran Mamdani, politisi Partai Demokrat yang resmi memenangkan pemilihan Wali Kota New York City (NYC), Selasa (4/11/2025). Ia tak hanya menjadi wali kota Muslim pertama, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang sangat vokal pro Palestina.

Kemenangan ini dipastikan setelah Zohran Mamdani (34) meraup 50,5 persen suara dari 85 persen suara yang masuk, berdasarkan siaran The Associated Press (AP).

Mamdani sukses mengalahkan dua pesaing kuatnya, yakni mantan Gubernur Andrew Cuomo yang maju sebagai independen dan kandidat Republik, Curtis Sliwa.

Ia akan menggantikan Wali Kota petahana Eric Adams, yang mengundurkan diri dari kontestasi pada September lalu. Mamdani juga tercatat sebagai wali kota termuda di NYC dalam lebih dari satu abad.

Baca juga : Zohran Mamdani, Politikus Muslim Terpilih Jadi Wali Kota New York Ke-111

Lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991, Zohran Kwame Mamdani merupakan putra dari pasangan akademisi Uganda, Mahmood Mamdani, dan produser film ternama asal India, Mira Nair.

Ayahnya adalah seorang Muslim Syiah Gujarati, sementara ibunya beragama Hindu Punjabi. Mamdani sendiri mengidentifikasi diri sebagai seorang Muslim Syiah.

Saat berusia tujuh tahun, ia dan keluarganya pindah dan menetap di New York City. Ia kemudian meraih gelar sarjana Studi Afrika dari Bowdoin College di Maine dan resmi menjadi warga negara AS pada 2018.

Awal tahun ini, Mamdani menikah dengan Rama Duwaji, seorang seniman Suriah-Amerika yang tinggal di Brooklyn. Sebelum terjun ke panggung politik, Mamdani pernah bekerja sebagai konselor perumahan, membantu keluarga ekonomi kelas bawah dan mencegah penggusuran.

Baca juga : Jegal Politikus Muslim, Trump Tebar Ancaman

Karier politiknya dimulai saat ia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York pada 2020, mewakili distrik Astoria, Queens.

Dukungan Mamdani yang blak-blakan terhadap hak-hak Palestina selama beberapa tahun terakhir turut menjadi isu yang memperkuat kampanyenya. Ia menjadi salah satu tokoh yang vokal dalam mengkritik agresi Israel di Jalur Gaza. 

Pada Oktober 2024 lalu, ia pernah secara tegas menyebut negara pimpinan Benjamin Netanyahu itu melakukan genosida.

Mamdani juga mengaku siap untuk menangkap Netanyahu jika sang Perdana Menteri berkunjung ke New York saat dirinya menjabat wali kota.

Baca juga : UMKM Kian Tangguh, Ini Jurus Pertamina Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ia juga mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) untuk produk yang berafiliasi dengan Israel. Sebagai seorang Muslim yang tumbuh pasca tragedi 9/11, Mamdani mengaku akrab dengan kata-kata Arab yang diputarbalikkan maknanya untuk tujuan negatif.

Sebagai seorang sosialis demokratis, platform kampanyenya berfokus pada keadilan sosial dan ekonomi bagi warga New York. Ia berjanji akan menggratiskan seluruh bus di kota pada 2027, menawarkan program penitipan anak publik, dan membuka toko kelontong milik pemerintah kota.

Untuk mendanai program tersebut, Mamdani mendukung peningkatan pajak pada perusahaan dan individu yang berpenghasilan di atas 1 juta dolar AS per tahun.

Dalam pidato kemenangannya, Mamdani secara tegas menantang Presiden AS Donald Trump dan berjanji New York tidak akan lagi menjadi kota tempat Islamofobia dapat diperdagangkan untuk memenangkan pemilu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.