Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Shutdown Pemerintahan AS Berakhir, Jutaan Pegawai Yang Di-PHK Kembali Bekerja
Jumat, 14 November 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah lebih dari enam pekan nyaris lumpuh, Pemerintahan Amerika Serikat (AS) akhirnya kembali beroperasi. Berakhirnya government shutdown (penutupan Pemerintahan) ini tentu melegakan warga AS. Sebab, para pegawai federal yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat shutdown, akan kembali bekerja.
Presiden AS Donald Trump menandatangani paket Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran di Gedung Putih, Washington DC, AS, Rabu (12/11/2025) malam waktu setempat atau Kamis (13/11/2025) WIB, setelah RUU itu lolos di Kongres beberapa jam sebelumnya.
Setelah lolos dari Senat, Senin (10/11/2025), tepat 60 suara (batas minimal yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembahasan RUU), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pemungutan suara atas RUU tersebut. Hasil pemungutan suara pada Rabu adalah 222 orang mendukung, dan 209 menolak.
Hanya dua anggota Partai Republik di DPR yang menolak RUU tersebut. Yaitu Thomas Massie dari Kentucky dan Greg Steube dari Florida.
Sementara itu, enam anggota Partai Demokrat memberikan suara mendukung. Mereka adalah¬ Adam Gray (California), Jared Golden (Maine), Tom Suozzi (New York), Marie Gluesenkamp Perez (Washington), Don Davis (North Carolina), dan Henry Cuellar (Texas).
“Partai Republik tidak pernah menginginkan penutupan pemerintahan,” kata Presiden ke-47 AS itu, dilansir Reuters.
Baca juga : RI-Aussie Teken Kesepakatan Pertahanan, Prabowo: Tetangga Yang Baik Saling Bantu
Trump mencatat, lebih dari satu juta pegawai federal telah dirumahkan. Akibatnya, berbagai layanan publik untuk rakyat AS ikut terhambat.
“Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi lagi,” tegas Trump seraya mendesak agar aturan suara minimal untuk meloloskan Undang-Undang, termasuk resolusi pendanaan jangka pendek, tidak lagi digunakan.
Sebelumnya, Ketua DPR Mike Johnson menyatakan kegembiraannya melihat akhir dari masa shutdown.
Dikutip dari MSNBC, Kamis (13/11/2025), RUU tersebut akan membiayai operasi pemerintah federal hingga akhir Januari 2026. Penandatanganan itu menutup babak yang telah berlangsung selama 43 hari.
Dalam pernyataannya sebelum menandatangani RUU, Trump menyindir Partai Demokrat. Dia menuduh kubu lawan politiknya membiarkan Pemerintah terpuruk selama shutdown.
“Kubu Demokrat mencoba memeras negara kita,” ujar Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC. Taipan real estate itu didampingi jajaran kabinetnya saat berbicara kepada media.
Baca juga : Shopee Dan Lazada Tutup Celah Penjual Baju Bekas
Partai Demokrat diketahui memblokir pengesahan RUU pendanaan hingga Minggu (9/11/2025). Namun, pada akhir pekan, sebagian Senator Demokrat setuju mendukung langkah pendanaan baru yang diajukan Partai Republik.
Setelah RUU disahkan, Kantor Manajemen dan Anggaran (Office of Management and Budget/OMB) segera menginstruksikan para pegawai federal untuk kembali bekerja pada Kamis (13/11/2025).
Departemen Perhubungan AS juga membatalkan kebijakan pengurangan penerbangan yang diberlakukan selama penutupan. Kebijakan itu sebelumnya disebabkan oleh kekurangan petugas pengendali lalu lintas udara.
Hingga Selasa (11/11/2025), sekitar 6 persen penerbangan terjadwal dibatalkan di seluruh bandara AS. Angka itu diperkirakan naik menjadi 10 persen pada Jumat (14/11/2025) jika shutdown tidak segera berakhir.
Penutupan pemerintahan dimulai pada 1 Oktober 2025. Sejak saat itu, operasional Pemerintah berhenti sebagian karena Senat yang dikuasai Demokrat menolak memberikan suara pada langkah pendanaan yang tidak memperpanjang kredit Affordable Care Act (ACA). Undang-undang ini merupakan peningkatan dari program asuransi kesehatan Obamacare, yang membantu sekitar 20 juta warga Amerika.
Senat akhirnya meloloskan RUU pendanaan baru pada Senin malam. Keputusan ini tercapai setelah mayoritas Partai Republik mendapat dukungan dari tujuh senator Demokrat dan satu independen.
Baca juga : Bamsoet Dorong Pemerintah Segera Sahkan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Sebagai bagian dari kompromi, Partai Republik setuju mengadakan pemungutan suara pada Desember nanti. Pemungutan suara itu akan membahas RUU pilihan Partai Demokrat terkait perpanjangan subsidi ACA yang akan segera berakhir.
Tanpa perpanjangan tersebut, jutaan warga diperkirakan akan menghadapi lonjakan premi. Lebih dari dua juta orang berisiko kehilangan asuransi pada 2026.
Paket pendanaan baru ini juga membatalkan seluruh pemutusan hubungan kerja pegawai federal akibat shutdown. Selain itu, RUU tersebut menjamin pembayaran gaji yang tertunda dan memastikan pendanaan penuh bagi Program Bantuan Nutrisi Tambahan (Supplemental Nutrition Assistance Program/SNAP), yang membantu sekitar 42 juta warga AS.
Dengan berakhirnya shutdown terpanjang dalam sejarah AS, perhatian kini beralih ke negosiasi anggaran jangka panjang yang harus diselesaikan sebelum Januari 2026
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya