Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terbaru Jepang Vs China, Negara Berkonflik Tambah Banyak
Senin, 17 November 2025 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Negara yang berkonflik di dunia bukannya berkurang malah makin bertambah banyak. Belum tuntas di Timur Tengah dan Eropa, kini muncul ketegangan baru di Asia Timur antara Jepang dan China.
Hubungan diplomatik dua raksasa Asia itu, memanas setelah Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, melontarkan pernyataan keras soal Taiwan. Takaichi menegaskan, Jepang bisa mengerahkan kekuatan militernya jika China menyerang Taiwan.
“Jika keadaan darurat Taiwan melibatkan kapal perang dan penggunaan militer, itu bisa menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang,” kata Takaichi, dikutip AFP.
Baca juga : Anugerah Jurnalistik Forum Pemred 2025 , Jurnalis RM Juara 2 Dan 3
Pernyataan itu langsung bikin Beijing berang. “Jepang harus segera mem perbaiki tindakan keliru dan menarik kembali pernyataan tak berdasar itu,” tegas juru bicara Kemlu China Lin Jian.
Namun, Takaichi tak bergeming. Perempuan pertama yang menjadi Perdana Menteri Jepang ini, ogah menarik ucapannya. Kata dia, pernyataannya itu, sudah sesuai prinsip dan garis politik Jepang.
Geram ancamannya diabaikan, China bereaksi keras. Lewat Kedutaan Besar China di Jepang, Pemerintah Negeri Tirai Bambu melarang warganya bepergian ke Negeri Sakura dan mengeluarkan peringatan resmi soal meningkatnya sentimen anti-China di Jepang.
Beijing juga memanggil Dubes Jepang untuk melayangkan protes keras. “Menggiring isu Taiwan ke ranah militer adalah langkah sangat berbahaya,” kecam China.
Tokyo membalas. Jepang keberatan atas larangan perjalanan tersebut dan mengingatkan pentingnya komunikasi kedua negara, apalagi di tengah berbagai perbedaan yang makin tajam.
Di lapangan, tensi tak kalah panasnya. Minggu (16/11), kapal China Coast Guard (CCG) terlihat membentuk formasi dan melintas dekat Kepulauan Senkaku. China menyebut itu patroli penegakan hukum.
Baca juga : Firman Soebagyo: Saya Tak Setuju BPIP Setara Kementerian
Namun, Jepang menilai langkah itu provokatif. Pulau itu diklaim Beijing sebagai Daiyou, sementara Jepang menegaskan wilayah itu bagian administrasi Tokyo. Keduanya sama-sama diam soal insiden terbaru ini, tapi situasi jelas menuju babak baru.
Para pengamat menilai, komentar keras Takaichi bisa membuka gelombang ketegangan baru di Asia Timur. Apalagi Jepang adalah sekutu AS dan menampung sejumlah pangkalan militer AS.
Thailand-Kamboja Panas Lagi
Tak hanya China-Jepang, dua negara tetangga RI yang sebelumnya sempat berdamai, kini panas lagi. Thailand vs Kamboja kembali terlibat kontak senjata di daerah perbatasan kedua negara. Dalam bentrokan itu, seorang warga sipil tewas dan tiga luka-luka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya