Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PM Albanese: Australia Lebih Kuat Dibanding Teroris Pengecut
Senin, 15 Desember 2025 08:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengecam serangan teroris yang menyasar komunitas Yahudi di Pantai Bondi, Sydney, Minggu (14/12/2025). Serangan yang dilancarkan ayah dan anak itu menewaskan 16 orang dan mengakibatkan 42 orang terluka.
"Ini adalah serangan yang sengaja menyasar komunitas Yahudi pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi perayaan penuh suka cita. Komunitas Yahudi tentu merasa sangat sedih. Hari ini, seluruh warga Australia merangkul mereka, dan berkata kami bersama kalian," tutur Albanese dalam konferensi pers di Kantor Polisi NSW, Sydney, Senin (15/12/2025) pagi.
"Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memberantas antisemitisme," tegasnya.
Baca juga : Manajemen Mitratel Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas di Daerah Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Albanese juga menyampaikan terima kasih kepada aparat dan warga Australia yang sigap menolong korban di Pantai Bondi.
"Itulah jati diri kita, orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kita. Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri hari ini sebagai penghormatan kepada semua yang telah meninggal dan semua yang terluka," ujarnya.
Albanese menuturkan, Minggu 14 Desember 205 merupakan hari yang kelam dalam sejarah bangsa kita. Namun, menurutnya, Australia sebagai bangsa jauh lebih kuat dibanding para teroris pengecut.
Baca juga : MUI Desak Mentri LH Cabut Izin Usaha Penyebab Bencana Sumatera
"Saya berterima kasih kepada para pemimpin dunia yang telah menghubungi kami. Mulai dari Presiden Trump, Presiden Macron, Perdana Menteri Starmer, dan lainnya di seluruh dunia yang telah menghubungi Australia saat ini. Kami berterima kasih atas simpati dan solidaritas Anda terhadap nilai-nilai Australia," papar Albanese.
"Australia tidak akan pernah menyerah pada perpecahan, kekerasan, atau kebencian. Kita akan melewati ini bersama-sama. Kita menolak untuk membiarkan mereka memecah belah Australia sebagai bangsa," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya