Dark/Light Mode

Sharing Pengalaman Tentang Pengembangan TOD

Jepang Dorong Green Living & Bebas Macet Di Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 06:41 WIB
(Dari kiri) Wakil Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Lahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Miura Itsuhiro, Vice 
President Urban Renaissance Agency Tashima Mitsunobu, Charge d’Affairs Myochin Mitsuru, Wakil Menteri Lahan, Infrastruktur, Transportasi, dan 
Pariwisata Jepang Nagai Manabu, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kemenkoinfra 
Ronny Ariuly Hutahayan, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Direktur Jendral Integrasi Transportasi dan Multimoda 
Kementerian Perhubungan M Risal Wasal, dan Presiden Direktur MRT Jakarta Tuhiyat di Ayana Hotel, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)
(Dari kiri) Wakil Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Lahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Miura Itsuhiro, Vice President Urban Renaissance Agency Tashima Mitsunobu, Charge d’Affairs Myochin Mitsuru, Wakil Menteri Lahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Nagai Manabu, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kemenkoinfra Ronny Ariuly Hutahayan, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Direktur Jendral Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan M Risal Wasal, dan Presiden Direktur MRT Jakarta Tuhiyat di Ayana Hotel, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kota yang hijau, ramah bagi pejalan kaki, akses mudah ke transportasi umum (transum) dan bebas macet adalah mimpi Jepang untuk diwujudkan di Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan kota dengan metode Transit Oriented Development (TOD).

Menurut Wakil Menteri Lahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang Nagai Manabu, TOD atau Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit, merupakan jalan keluar untuk membentuk kota yang bersih dari polusi kendaraan dan nyaman bagi pejalan kaki.

“Kami sudah membuktikannya selama puluhan tahun,” terang Manabu dalam Japan-Indonesia TOD Forum di Ayana Hotel, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Dengan memaksimalkan transportasi umum, lanjut Manabu, masyarakat tidak perlu bergantung pada kendaraan pribadi. “Ini akan mengurangi emisi karbon dalam jangka panjang,” ucapnya.

Manabu dan sejumlah badan terkait pembangunan transportasi publik dan tata kota Jepang, bertemu rekan sejawat mereka di Indonesia dalam forum bertajuk Open Up Sustainable Future City With TOD.

Baca juga : Kapolri Beri Semangat Kepada Anggota Polri Terdampak Bencana Di Sumbar

“Kami ingin berbagi pengalaman dan siap memberi masukan dalam proyek TOD di kota-kota di Indonesia,” tegasnya.

Charge d’Affairs atau Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Myochin Mitsuru menegaskan komitmen Pemerintah Negeri Sakura mendampingi Indonesia mengembangkan TOD.

“Tujuannya untuk mewujudkan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berbudaya, hijau dan berketahanan,” ungkapnya.

TOD, terangnya, menggabungkan perencanaan transportasi dan tata ruang dalam satu ekosistem pembangunan yang efisien. Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan, Sarana & Prasarana Pemukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ronny Ariuly Hutahayan sependapat bahwa, TOD membantu perkembangan kota berpusat pada titik stasiun dan terminal.

“Pertumbuhan kota tidak lagi berkerumun pada satu titik. Kita bangun kota yang berkembang dari titik adanya TOD,” ujar Ronny.

Baca juga : Soal Izin Penebangan Hutan Dan Pikul Beras, Zulhas Bela Diri

Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto juga memiliki impian membuat kota-kota di Indonesia yang hijau, ramah anak-anak dan inklusif. Kerja sama TOD dengan Jepang ini selaras dengan ambisi menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Target ini menunjukkan tekad untuk melaksanakan transformasi struktur secara menyeluruh, termasuk da-lam pengaturan ruang dan pengembangan kawasan perkotaan.

Kerja sama TOD antara Indonesia dengan Jepang sudah dilakukan sejak 2022 untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan dalam pengembangan TOD di Jabodetabek. Salah satu output-nya adalah perumusan rencana pengembangan kawasan TOD di lokasi percontohan Blok M, Depok Baru hingga Bekasi Barat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menjelaskan, kolaborasi antara Jakarta dengan Jepang sangat aktif dalam mengembangkan TOD yang sudah lebih dulu sukses di Negeri Matahari Terbit.

“Dengan mencontoh sukses di Jepang, seperti Monato Mirai, Jakarta berhasil menciptakan kawasan terintegrasi transportasi publik dan lahan perumahan, ko-mersial, serta taman,” ujar Atika.

Baca juga : Trump Minta Takaichi Tahan Diri Soal Taiwan

Dia berharap, kesuksesan Jakarta membangun TOD bisa diaplikasikan juga di kota-kota lain di Indonesia. “Jepang sudah membuktikan, jaringan transportasi umum yang baik dengan pemukiman, perumahan, perkantoran bisa tumbuh bersama tanpa menciptakan ke-macetan,” jelas Atika.

Dalam forum ini, sejumlah perwakilan terkait tata kota, transportasi dan asuransi hadir. Antara lain, Mitsubishi Jisho Property Management, MITBANA, Aioi Nissay Dowa Insurance, ABeam Consulting, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek dan Urban Renaissance Agency.

Ada juga perwakilan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, PT Fujitec Indonesia, PASCO CORPORATION & Nusantara Secom Infotech dan PT Panasonic Homes Gobel Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.