Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bethlehem Kembali Rayakan Natal Usai Dua Tahun Ditiadakan Akibat Perang Gaza
Kamis, 25 Desember 2025 13:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perayaan Natal kembali menggema di Bethlehem, kota kelahiran Yesus Kristus, setelah lebih dari dua tahun suasana duka akibat perang di Gaza membuat seluruh rangkaian perayaan ditiadakan. Gencatan senjata yang masih rapuh membawa kembali secercah harapan bagi warga kota di Tepi Barat yang diduduki Israel tersebut.
Pada malam Natal atau Natal Eve, Selasa (24/12/2025), keluarga-keluarga memadati Manger Square, pusat kota Bethlehem, di tengah pengamanan ketat aparat setempat. Pohon Natal raksasa kembali berdiri di alun-alun tersebut, menandai perayaan publik pertama sejak 2022 setelah perang di Gaza.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti perayaan, meski tetap diwarnai rasa duka atas konflik yang belum berakhir di wilayah Palestina. Banyak warga terlihat membawa lilin dan bendera Palestina sebagai simbol solidaritas bagi korban di Gaza. Suasana meriah terlihat saat sebuah band tampil di bawah gemerlap lampu Natal di Manger Square.
Wali Kota Bethlehem Maher Nicola Canawati mengatakan perayaan Natal pada 2023 dan 2024 dibatalkan dengan "hati dan jiwa yang hancur” akibat perang di Gaza. Namun, gencatan senjata yang berjalan saat ini telah menghidupkan kembali semangat Natal di kota tersebut.
“Hari ini adalah simbol ketahanan, harapan, dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina,” ujarnya, dilansir nbcnews.com
Baca juga : Prabowo Ucapkan Selamat Natal Dan Tahun Baru, Ajak Perkuat Solidaritas
Namun suasana haru sangat terasa dengan kehadiran yang sebagian membawa lilin sebagai simbol doa dan harapan bagi perdamaian Palestina.
Rangkaian ibadah malam Natal itu dipimpin Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Uskup Agung Patriarkat Latin untuk Yerusalem sejak 6 November 2020. Dia memimpin keuskupan yang mencakup wilayah Israel, Palestina, Yordania, dan Siprus.
Disebut Latin karena mengikuti ritus Latin (Roma) yang dipimpin Paus. Berbeda dengan gereja Katolik Timur (Yunani Melkit, Maronit, Armenia Katolik, Koptik Katolik) yang punya ritus dan tradisi liturgi sendiri.
Jemaat menghadiri ibadah Natal yang dipimpin Kardinal Pierbattista Pizzaballa di Church of the Nativity, Betlehem, Tepi Barat, Palestina, 24 Desember 2025. (Foto Ammar Awad/ Reuters)
Pizzaballa, yang memimpin misa malam Natal di Gereja Kelahiran Yesus (Church of the Nativity) menyampaikan doa perdamaian dan penghentian kekerasan di kawasan tersebut. Dia mengajak jemaah untuk memilih menjadi cahaya di tengah kegelapan konflik.
“Kita semua memutuskan untuk menjadi cahaya. Dan cahaya Bethlehem adalah cahaya bagi dunia,” ujarnya.
Baca juga : Pemain Timor Leste Ini Rayakan Natal Perdana Bersama Persebaya
Dia juga menyampaikan salam dari komunitas Kristen di Gaza, tempat ia memimpin misa pra-Natal beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, Natal tahun ini harus menjadi momentum refleksi dan doa bagi mereka yang masih hidup dalam bayang-bayang perang.
Sukacita juga dirasakan Ghada Dik, gadis Kristen Palestina berusia 12 tahun asal Jaffa, yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku bahagia melihat orang-orang kembali tersenyum dan merayakan Natal dengan sepenuh hati. “Natal bukan hanya tentang kebahagiaan, tapi tentang kebersamaan,” katanya.
Warga setempat juga menyambut kembalinya suasana Natal. Jeris Atrash (37), seorang pelatih kebugaran, mengatakan lampu-lampu Natal dan pohon Natal yang kembali menghiasi kota membuat harapan tumbuh kembali di hati masyarakat.
Sementara itu, istrinya, Sandi Qumseih (30), seorang guru, menyebut perayaan tahun ini menjadi penghiburan bagi anak-anak mereka setelah dua tahun penuh pertanyaan sulit tentang kekerasan yang mereka lihat di televisi.
“Sekarang mereka bisa kembali merasakan sukacita sebagai anak-anak,” ujarnya.
Baca juga : Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman Terkendali
Para peziarah asing yang hadir tahun ini jumlahnya masih terbatas dibandingkan masa sebelum konflik. Sektor pariwisata Bethlehem, yang sangat bergantung pada musim Natal, masih terpukul akibat ketegangan berkepanjangan dan pembatasan perjalanan.
Sejumlah pedagang lokal berharap perayaan Natal dapat membantu memulihkan perekonomian kota, meski perlahan. Toko suvenir, kafe, dan penginapan mulai kembali beroperasi meski belum ramai sepenuhnya.
Di sisi lain, aparat keamanan Israel tetap memberlakukan pembatasan ketat di sejumlah titik akses menuju Bethlehem. Hal ini membatasi pergerakan warga Palestina dari kota-kota lain di Tepi Barat untuk mengikuti perayaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya