Dark/Light Mode

Update Kebakaran Di Resor Ski Mewah Swiss: 9 Warga Prancis Terluka 8 Hilang

Jumat, 2 Januari 2026 10:11 WIB
Kebakaran di bar Le Constellation di resor mewah Swiss: Crans-Montana telah mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka. (Foto: Reuters)
Kebakaran di bar Le Constellation di resor mewah Swiss: Crans-Montana telah mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Prancis mengungkap, sembilan warganya menjadi korban luka dalam kebakaran mengerikan di bar resor ski mewah Swiss, Crans-Montana, Kamis (1/1/2026). Termasuk, pesepak bola trainee FC Metz Tahiry Dos Santos (19) yang mengalami luka bakar parah dan saat ini dirawat di rumah sakit di Jerman. Sementara delapan orang lainnya masih belum ditemukan.

"Pada tahap ini, kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa warga negara Prancis termasuk di antara para korban kebakaran, yang identifikasinya masih berlangsung," demikian pernyataan Kemlu Prancis, seperti dikutip CNN International, Jumat (2/1/2026).

"Warga negara Prancis yang terluka telah menjalani perawatan. Tiga dari mereka telah dipindahkan ke rumah sakit Prancis di Lyon dan Paris," imbuh keterangan tersebut.

Flashover

Baca juga : Bar Di Resor Ski Mewah Crans-Montana Swiss Kebakaran, 40 Tewas 100 Luka-Luka

Jaksa Agung Kanton Valais, Beatrice Pilloud mensinyalir, kebakaran di bar Le Constellation, resor ski mewah Crans-Montana disebabkan oleh flashover.

Flashover adalah kondisi kebakaran yang berkembang sangat cepat, ketika hampir seluruh isi ruangan menyala secara bersamaan akibat panas yang sudah terakumulasi tinggi.

"Penyidik sedang menyelidiki kemungkinan. Ada banyak keadaan yang harus diklarifikasi. Teori utama yang kami prioritaskan adalah flashover yang memicu ledakan cepat. Beberapa saksi telah didengar dan ada telepon yang ditemukan untuk dianalisis,” kata Pilloud.

Baca juga : 1.016 Orang Meninggal, Pengungsi Terus Berkurang

Menurut National Fire Protection Association (NFPA), flashover terjadi ketika gas panas naik ke langit-langit dan menyebar ke dinding. Panas meningkat, hingga semua benda yang mudah terbakar di ruangan itu mencapai titik pengapian dan terbakar.

"Ketika suhu melonjak hingga 1.000 derajat Fahrenheit, petugas pemadam kebakaran dengan perlengkapan pelindung penuh pun tidak mungkin bertahan hidup," kata NFPA.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.