Dark/Light Mode

Mendagri Australia Sambangi Indonesia, Fokus Ekstremisme Hingga Keamanan Siber

Selasa, 27 Januari 2026 21:21 WIB
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke (kedua kiri) bersama Asisten Menteri Julian Hill (kiri) berbincang-bincang dengan Imam Ismet Purdic dan istrinya, Sabina, dalan foto postingan Instagram Julian Hill, 14 Januari 2026. Pasangan suami istri ini merupakan salah satu korban Islamofobia.
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke (kedua kiri) bersama Asisten Menteri Julian Hill (kiri) berbincang-bincang dengan Imam Ismet Purdic dan istrinya, Sabina, dalan foto postingan Instagram Julian Hill, 14 Januari 2026. Pasangan suami istri ini merupakan salah satu korban Islamofobia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke bakal menyambangi Indonesia pada 27–29 Januari. Agenda utamanya, memimpin bersama Indonesia Pertemuan Dewan Menteri Australia–Indonesia (Ministerial Council Meeting/MCM) ke-11 bidang Hukum dan Keamanan.

MCM yang digelar 28 Januari itu akan mempertemukan para menteri serta pejabat senior kedua negara. Fokus bahasan tak main-main: pemberantasan terorisme dan ekstremisme kekerasan, keamanan siber, keamanan maritim sipil, hingga isu penyelundupan manusia dan migrasi ilegal.

Baca juga : Jelang Siaga RAFI 2026, PLN Indonesia Power Pastikan Keandalan PLTMG Sorong

Situasi keamanan domestik dan kawasan juga jadi sorotan. Termasuk ancaman terorisme dan ekstremisme kekerasan yang kembali mengemuka pascaserangan teroris di Pantai Bondi.

"Kerja sama internasional dinilai kian krusial untuk menghadapi tantangan tersebut. Tak hanya itu, para menteri juga akan mengupas kerja sama di bidang keamanan maritim, migrasi ilegal, keamanan siber, perlindungan infrastruktur vital, serta berbagai ancaman keamanan lintas negara," keterangan pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca juga : DPR: Pengerahan Brigade TNI Ke Gaza Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selama di Indonesia, Burke dijadwalkan bertemu dengan sejumlah mitra strategis. Rangkaian pertemuan ini diharapkan makin mengokohkan kerja sama di bawah payung Kemitraan Strategis Komprehensif Australia–Indonesia.

Burke pun menegaskan pentingnya hubungan kedua negara. “Tak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia. Saya menantikan pendalaman kemitraan ini selama kunjungan saya,” ujarnya.

Baca juga : 170 Ribu Jemaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi

Dia menambahkan, meski bertetangga karena faktor geografis, Australia dan Indonesia adalah sahabat dan mitra karena pilihan bersama.

“Kerja sama ini kami dorong ke level baru, demi keamanan masing-masing negara dan stabilitas kawasan,” tandas Burke.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.