Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sekutu Di Eropa Tolak Bantu Lawan Iran, Trump Curhat Ke Kanselir Jerman
Rabu, 4 Maret 2026 17:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram saat sekutu-sekutunya di Eropa enggan membantu menyerang Iran. Trump menyampaikan kekecewaannya ini kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz yang sedang berkunjung ke Gedung Putih di Washington DC, AS, Selasa (3/3/2026).
Inggris dan Spanyol adalah dua negara pertama yang dengan tegas menolak meminjamkan pangkalan militernya kepada AS. Melihat respons itu, Trump mengancam akan memberikan sanksi dagang dan bahkan akan memutus semua kesepakatan dagang.
Dikutip dari BBC, Selasa (3/3/2026), Trump ingin meminjam pangkalan militer Angkatan Udara Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Samudera Hindia milik Inggris untuk mendukung serangan pertama AS pada 28 Februari lalu.
Presiden Ke-47 AS juga ingin meminjam pangkalan Angkatan Laut Rota dan pangkalan Angkatan Udara Moron milik Spanyol sebagai titik bantuan.
Baca juga : LPCK Perkuat ESG, Bantu Polantas Dan Korban Banjir di Bekasi
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menegaskan, aliansi pertahanan tersebut tidak akan terlibat dalam eskalasi di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Rutte pada Selasa (3/3/2026) dalam konferensi pers bersama Presiden Makedonia Utara Gordana Siljanovska-Davkova di Skopje.
"NATO tidak akan terlibat dalam tindakan ofensif," tegas Rutte.
Meski demikian, Rutte menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut dan menyatakan bahwa aliansi tetap waspada terhadap situasi yang berkembang.
Baca juga : Target Ekspor Tahun Ini, Bulog Tawarkan Beras Premium ke Importir Arab Saudi
Dikutip dari Reuters, Rabu (4/3/2026), Trump curhat ke Merz selama kurang lebih 10 menit. Trump merengek, sekutu Eropa tidak banyak membantu dalam menjaga keamanan di kawasan.
Merz menenangkan Trump yang merajuk dengan tanggapan diplomatis. Dia menyebut, sekutu AS di Eropa akan membantu AS, namun tidak untuk melakukan serangan militer.
"Kami harap pasukan Israel dan AS melakukan hal yang benar dan segera mengakhiri perang. Kami benar-benar menginkan perdamaian," ujar Merz di hadapan Trump.
Merz juga memberi hadiah sebuah sertifikat kelahiran kakek Trump, Friedrich Trump, yang lahir di Kallstadt, Bavaria. Merz juga mengundang taipan real estate itu untuk berkunjung ke tanah kelahiran leluhurnya di Negeri Der Panzer.
Baca juga : Cek Prasarana Layanan Lebaran, KAI Inspeksi Jalur Utara Pulau Jawa
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sejak hari itu, serangan terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya