Dark/Light Mode

Antre BBM Di Thailand, Sekolah Di Bangladesh Tutup Dan Di Pakistan WFH

Iran Membara, Negara Di Asia Mulai Kena Getahnya

Rabu, 11 Maret 2026 06:10 WIB
Pengendara motor di Dhaka, Bangladesh, mengantre mengisi bahan bakar di salah satu pom pengisian bahan bakar, Minggu (8/3/2026). Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain
Pengendara motor di Dhaka, Bangladesh, mengantre mengisi bahan bakar di salah satu pom pengisian bahan bakar, Minggu (8/3/2026). Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

 Sebelumnya 
Sedangkan Pemerintah Bangladesh menutup seluruh universitas dan memberlakukan pembatasan penjualan bahan bakar.

Seluruh universitas negeri dan swasta di Bangladesh resmi ditutup mulai Senin (9/3/2026).

Penutupan ini dilakukan dengan memajukan masa libur Idul Fitri, sebagai bagian dari langkah darurat Pemerintah menghemat penggunaan listrik dan bahan bakar.

Para pejabat Pemerintah mengatakan, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menurunkan konsumsi listrik. Tapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini menyebabkan pemborosan bahan bakar.

Pemerintah menjelaskan, kampus mengonsumsi listrik dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan. Termasuk asrama mahasiswa, ruang kelas, laboratorium, serta penggunaan pendingin udara.

Baca juga : Bunga Citra Lestari, Bersyukur Memiliki Teman Vidi Aldiano

Dengan memajukan masa libur, tekanan terhadap sistem kelistrikan nasional yang saat ini sedang tertekan diharapkan dapat berkurang.

“Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar dengan mempertimbangkan situasi global saat ini,” demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Bangladesh dikutip Al Jazeera, Selasa (10/3/2026).

Sementara, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan serangkaian langkah Pemerintah menghemat bahan bakar.

Pakistan meminta 50 persen pekerjanya bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) dan memperpanjang liburan sekolah.

Pakistan yang bergantung pada minyak dan gas dari Teluk telah menaikkan harga bahan bakar bensin sekitar 20 persen per Jumat (6/3/2026).

Baca juga : Anak Khamenei Jadi Pimpinan Tertinggi Iran

Kebijakan kenaikan harga BBM itu memicu antrean panjang di pom bensin di seluruh negeri.

Sharif menggambarkan keputusan yang diambilnya sangat sulit.

Dia ingin menghindari kenaikan lebih lanjut yang akan semakin memukul penduduk, yang sebagian besar hidup dalam kemiskinan.

Pada rapat Senin (9/3/2026), Sharif mengatakan, para menteri telah sepakat mencegah situasi memburuk dan telah menyetujui bahwa kantor-kantor Pemerintah, kecuali bank, harus beralih ke sistem kerja empat hari dalam seminggu.

Dengan separuh dari seluruh staf diperintahkan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH).

Baca juga : Soal Negosiasi Selat Hormuz, Presiden Prabowo Harus Turun Tangan

Selain itu, Pakistan juga memerintahkan libur sekolah diperpanjang, dengan pelajaran beralih ke daring setelah dua pekan.

Pakistan juga menetapkan pemotongan tunjangan bahan bakar untuk kendaraan dinas, kecuali ambulans.

Pemotongan tunjangan tersebut sebesar 50 persen untuk dua bulan ke depan.

Tak hanya itu, rapat juga menyetujui pengurangan gaji untuk pegawai Pemerintah, larangan pembelian peralatan baru dan pengurangan perjalanan dinas ke luar negeri. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 11 Maret 2026 dengan judul "Antre BBM Di Thailand, Sekolah Di Bangladesh Tutup Dan Di Pakistan WFH Iran Membara, Negara Di Asia Mulai Kena Getahnya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.