Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pramono Sampaikan Duka Ke Keluarga Korban Tewas Longsor TPST Bantargebang
Senin, 9 Maret 2026 11:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan duka mendalam atas insiden longsor gunung sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menewaskan empat orang.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat orang dalam peristiwa longsornya gunung sampah di zona 4A TPST Bantargebang yang terjadi pada hari Minggu yang lalu, tepatnya jam 14.30 akibat hujan lebat dan durasi panjang," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).
Dipicu Hujan Ekstrem
Longsor tersebut diduga dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi pada hari yang sama. Hujan ekstrem menyebabkan tumpukan sampah di zona 4A menjadi tidak stabil hingga akhirnya terjadi pergerakan atau longsoran.
“Diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah," katanya.
Operasi Tanggap Darurat
Menanggapi kejadian tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup segera mengaktifkan operasi tanggap darurat sejak kemarin.
Baca juga : Rajiv Berikan PIP Dan KIP Untuk Anak Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
“Operasi tanggap darurat mulai kemarin untuk memastikan keselamatan petugas, melakukan penanganan korban, serta menstabilkan area agar layanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan," ujar Pramono.
Libatkan Tim Gabungan
Proses penanganan dan evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi. Operasi ini melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran, serta aparat wilayah setempat.
“Penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi, melibatkan Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Damkar, serta aparat di wilayah setempat dengan dukungan 19 ekskavator alat berat dan 7 unit ambulans yang dioperasikan pada saat proses evakuasi," jelas Pramono.
Santunan dan Perawatan
Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak. Korban meninggal yang merupakan pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Pemprov DKI Jakarta memastikan korban yang meninggal dari PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara biaya pengobatan bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta," jelasnya.
Ditutup Sementara
Baca juga : Persib-Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Buat Korban Longsor di Cisarua
Sebagai langkah mitigasi untuk mencegah risiko lanjutan, operasional di zona 4A TPST Bantargebang ditutup sementara. Pengiriman sampah ke lokasi tersebut juga diminimalkan dengan pengalihan operasional ke zona lain serta penyiapan titik baru untuk penanganan sampah.
“Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang diminimalkan, operasionalnya dialihkan ke zona 3, serta disiapkan dua titik baru sambil dilakukan perapian," tuturnya.
Kejadian Tidak Terduga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan kejadian yang tidak direncanakan dan dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem serta tingginya tumpukan sampah.
“Dan tadi pagi saya juga bersama dengan jajaran Balai Kota memfinalkan apa yang perlu diselesaikan di lapangan. Karena memang ini adalah hal yang pasti tidak direncanakan, tidak diduga akibat hujan yang deras dan lama dan tumpukan yang memang sudah tinggi menyebabkan terjadinya sliding atau longsor sehingga mengakibatkan korban empat orang," tutup Pramono.
Sebelumnya, Data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta menyebutkan, korban tewas terdiri dari Enda Widayanti (25), pemilik warung; Sumine (60), pemilik warung; Dedi Sutrisno, pengemudi truk sampah; serta Irwan Suprihatin yang ditemukan meninggal dunia di dalam truk.
Baca juga : Legislator Terima Keluhan Tol Sumatera Banyak Lubang
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, longsor terjadi saat aktivitas pengangkutan sampah sedang berlangsung di area TPST Bantargebang. Material sampah yang longsor menimpa sekitar lima unit truk yang berada di lokasi.
“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa kurang lebih lima unit truk sampah,” ujar Isnawa, Minggu (8/3/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya