Dark/Light Mode

APO-PPI Kanto Dorong Kolaborasi RI-Jepang Di Bidang Inovasi

Jumat, 15 Mei 2026 07:54 WIB
Delegasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang Koordinator Daerah Kanto kunjungan ke Asian Productivity Organization di  Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2026). (Foto PPI Jepang Kanto)
Delegasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang Koordinator Daerah Kanto kunjungan ke Asian Productivity Organization di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2026). (Foto PPI Jepang Kanto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang Koordinator Daerah Kanto menggelar kunjungan, sekaligus dialog publik bersama Asian Productivity Organization (APO) di kantor pusatnya di Tokyo, Rabu (13/5/2026).

APO adalah organisasi antar Pemerintah di kawasan Asia-Pasifik yang fokus pada peningkatan produktivitas, inovasi dan daya saing ekonomi negara-negara anggotanya.

APO didirikan pada 1961. Organisasi ini beranggotakan sejumlah negara di Asia dan Pasifik. Termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, India, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dalam kunjungan ke markas APO, Delegasi PPI Kanto dipimpin Ketua Umum PPI Kanto Tubagus Pancar Cahaya Tajally. Mereka disambut Sekretaris Jenderal APO Indra Pradana Singawinata bersama jajaran tenaga ahli APO.

Kegiatan bertajuk Kanto’s Dialogue on Productivity and Economic Growth itu menjadi forum diskusi mengenai penguatan produktivitas nasional, serta kontribusi generasi muda Indonesia terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : PLN EPI Grup Dorong Pengelolaan Sampah Pesisir Di Bagek Kembar

Dialog tersebut juga membahas diseminasi dokumen Indonesia’s National Productivity Master Plan 20252029 yang disusun APO untuk mendukung peningkatan produktivitas nasional Indonesia demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Dalam sambutannya, Tubagus Pancar Cahaya Tajally menegaskan, pelajar Indonesia di luar negeri memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Terutama dalam pengembangan sumber daya manusia unggul dan inovasi lintas sektor.

Keberadaan pelajar Indonesia di kawasan Kanto dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam dapat menjadi modal strategis.

“PPI Kanto ingin menjadi wadah yang mampu mendorong kon¬tribusi nyata mahasiswa Indonesia terhadap sektor-sektor produktivitas nasional,” ujar Pancar.

Sedangkan Indra Pradana Singawinata mengatakan, tantangan utama Indonesia saat ini tidak hanya terletak pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan.

Baca juga : Fadli Zon Dorong Penguatan Kolaborasi Budaya Indonesia-China

 Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini masih banyak ditopang penambahan tenaga kerja dan adopsi teknologi. Ke depan, Indonesia perlu memperkuat pendekatan Total Factor Productivity (TFP).

“Penguatan inovasi dan produktivitas menjadi faktor penting agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global,” ujar Indra.

Melalui dialog tersebut, PPI Kanto dan APO berharap dapat mempererat kolaborasi antara organisasi internasional, akademisi dan pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Forum itu juga menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan ekonomi global, transformasi industri, serta pentingnya pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang adaptif dan inovatif.

 

Baca juga : Industri Migas Didorong Naik Kelas, Kurangi Ketergantungan Impor

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.