Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pembukaan FSAI 2026 , Screen On The Green Digelar Di Kota Hujan
Selasa, 19 Mei 2026 07:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hujan yang turun di kawasan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tak mengurangi semangat penonton yang hadir dalam pembukaan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026, Sabtu (16/5/2026) petang. Untuk pertama kalinya, FSAI menghadirkan konsep Screen on the Green alias nonton film di alam terbuka.
“Tahun ini kami senang sekali bisa menghadirkan sesuatu yang sedikit berbeda,” kata Minister Counsellor Political & Strategic Communications Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia Nicola Campion.
FSAI terus berkembang sejak pertama kali digelar. Festival ini pertama kali dimulai di Jakarta pada 2016 sebagai festival berskala kecil.

Kini, acara Tahunan Kedubes Australia itu telah berkembang menjadi ruang pertemuan film serta komunitas kreatif dari berbagai latar belakang.
Baca juga : Kejaksaan Gelar BPA FAIR 2026, Aset Sitaan Rp 100 M Dilelang Terbuka
Tahun 2026, FSAI memasuki edisi ke-11 dan digelar di 11 kota di Indonesia. Yakni Jakarta, Bogor, Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Manado, Kupang, Mataram, Banjarmasin dan Yogyakarta.
Campion menyoroti pentingnya kolaborasi lintas institusi yang membuat acara ini dapat terwujud.
“Ke depannya, pengembangan bakat dan dukungan untuk talenta kreatif tetap menjadi fokus kami sambil terus meningkatkan hubungan antar-masyarakat dan antarkomunitas,” katanya.

Harapannya, festival ini terus menjadi jembatan pertukaran budaya antara Australia dan Indonesia melalui medium film. Terkait pemilihan lokasi, dia mengatakan, keindahan alam Bogor menjadi alasan utama.
Baca juga : Bank Jakarta XPORIA 2026 Dorong Transaksi Digital dan UMKM
“Ini menjadi pengalaman baru karena penonton bisa menikmati film di ruang terbuka dengan suasana alam yang indah dan nyaman. Kami berharap acara ini memperkenalkan cerita-cerita Australia dan Indonesia kepada audiens yang lebih luas,” tuturnya.
Film yang diputar sore itu berjudul 200% Wolf. Sebuah film animasi keluarga yang bercerita tentang menemukan jati diri dan penerimaan diri. Sekitar 70 orang penonton hadir dalam pemutaran tersebut. Walaupun diguyur hujan, anak-anak dan orang dewasa yang menonton di hamparan rumput hijau Kebun Raya Bogor tetap antusias.
Panitia telah menyiapkan jas hujan bagi para penonton. Suasana pun menjadi lebih hangat dan intim.
Tidak hanya dari kawasan Bogor, penonton juga datang dari Jakarta, Tangerang hingga Padang. Sebagian besar mengetahui acara ini melalui media sosial, melakukan pendaftaran daring, serta undangan khusus bagi alumni Australia.
Baca juga : Sapa Peserta Mudik Danareksa 2026, Wapres Gibran: Hati-Hati Di Jalan
“Saya tahu dari sosial media Kedubes Australia,” kata Andi yang membawa dua anaknya dari Tangerang untuk datang ke acara itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya