Dark/Light Mode

Xi Jinping-Kim Jong-un Siapkan 4 Strategi Wariskan Persahabatan China-Korut

Selasa, 9 Juni 2026 12:25 WIB
Sebuah layar raksasa di sebuah pusat perbelanjaan menayangkan berita tentang pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). (Foto Reuters)
Sebuah layar raksasa di sebuah pusat perbelanjaan menayangkan berita tentang pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang, Korea Utara, Senin (8/6/2026). (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sepakat menyiapkan empat strategi untuk memperkuat sekaligus mewariskan persahabatan tradisional China–Korea Utara lintas generasi.

Dilansir Kantor Berita China, Xinhua, kesepakatan itu disampaikan pada Selasa (9/6/2026) saat Xi bersama istrinya, Peng Liyuan, dan Kim Jong Un bersama istrinya, Ri Sol Ju, memberikan penghormatan di Monumen Persahabatan China-Korea Utara.

Sebelumnya, pada Senin (8/6/2026), Xi menegaskan China dan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara perlu memperkokoh fondasi saling percaya di bidang politik serta meningkatkan kerja sama praktis di berbagai sektor.

"Saya sangat senang kembali mengunjungi Pyongyang yang indah dan terasa akrab bagi saya," kata Xi dalam pertemuan bersejarah itu.

Xi menyatakan siap menjadikan kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat perencanaan strategis tingkat tinggi dalam hubungan China-Korut di era baru. Menurutnya, hubungan bilateral harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman demi memberikan manfaat lebih besar bagi rakyat kedua negara serta mendukung perdamaian dan kemakmuran kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Xi saat menggelar pembicaraan dengan Kim Jong Un dalam kunjungan kenegaraan dua hari ke Pyongyang. Kunjungan tersebut menjadi lawatan Xi ke Korea Utara setelah jeda tujuh tahun.

Xi menegaskan China dan Korea Utara merupakan negara sosialis yang dipimpin partai komunis. Karena itu, persahabatan kedua negara memiliki fondasi sejarah, politik, dan ikatan emosional yang sangat kuat.

"Persahabatan turun-temurun, masa depan bersama, dan saling mendukung selalu menjadi ciri utama hubungan China-Korut," tegas Xi.

Baca juga : Agus Widodo Paparkan 4 Strategi Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Xi menegaskan, sekuat apa pun perubahan situasi internasional yang terjadi, sikap China terhadap Korea Utara tidak akan berubah.

"Tak peduli bagaimana situasi internasional berubah, posisi tegas Partai Komunis China dan Pemerintah China yang sangat menghargai persahabatan tradisional China-Korut tidak akan berubah. Dukungan China kepada Kim Jong Un dalam memimpin pembangunan sosialisme Korea Utara juga tidak akan berubah," tegas Xi.

Menurut Xi, komitmen China untuk menjaga kepentingan bersama kedua negara dan mempertahankan lingkungan strategis yang kondusif juga akan tetap kokoh.

Xi menilai dunia saat ini tengah menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir. Karena itu, kedua negara perlu berpandangan jauh ke depan, melanjutkan capaian yang telah diraih, sekaligus membuka babak baru hubungan bilateral.

"Kedua negara harus mengambil pelajaran dari perjalanan hubungan kedua partai dan kedua negara, menangkap peluang perkembangan zaman, serta memberi makna baru dan dorongan baru bagi persahabatan tradisional China-Korut," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Xi mengajukan empat usulan utama untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Pertama, memperkuat komunikasi tingkat tinggi guna memperkokoh kepercayaan politik. Xi menilai komunikasi strategis antara para pemimpin kedua negara merupakan kekuatan terbesar dalam hubungan China-Korut.

Xi juga mengingatkan tahun ini menandai 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korut. Kedua negara berencana menggelar sejumlah kegiatan besar untuk memperingatinya.

Baca juga : Xi Jinping Temui Kim Jong Un 8-9 Juni, Kunjungan Luar Negeri Pertama Tahun 2026

Kedua, meningkatkan kerja sama praktis yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kedua negara. China siap memperluas kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, konstruksi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesehatan.

Xi juga mengajak kedua negara memanfaatkan pembukaan kembali perbatasan serta pemulihan layanan penerbangan dan kereta internasional guna meningkatkan mobilitas dan interaksi masyarakat.

Ketiga, mempererat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan, budaya, seni, olahraga, pariwisata, media, serta pertukaran generasi muda. Menurut Xi, persahabatan China-Korut yang ditempa melalui sejarah panjang perjuangan bersama merupakan aset berharga yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Keempat, memperkuat koordinasi strategis untuk menjaga keadilan, perdamaian, dan stabilitas kawasan. Xi menegaskan Asia merupakan rumah bersama yang harus dijaga melalui kerja sama dan saling menghormati kepentingan masing-masing negara.

Sementara itu, Kim Jong Un menyebut Xi sebagai tamu paling dihormati rakyat Korea Utara. Dia mengatakan kunjungan Xi setelah tujuh tahun menjadi bukti kuat betapa pentingnya hubungan kedua negara.

"Kunjungan ini sekali lagi membuktikan hubungan Korea Utara dan China tidak dapat dipatahkan," kata Kim.

Kim menegaskan hubungan kedua negara selalu berada di jalur sejarah yang benar dan menjunjung tinggi kemandirian serta keadilan.

Menurutnya, kedekatan Korea Utara dan China bukan sekadar karena faktor geografis sebagai negara tetangga, tetapi juga karena adanya persahabatan tradisional yang mendalam, kesamaan cita-cita, dan keyakinan politik yang terus dijaga bersama.

Baca juga : Silmy Karim Diberhentikan, Istana Tegaskan Komitmen Prabowo Berantas Korupsi

Kim juga menyampaikan dukungan penuh terhadap prinsip Satu China serta posisi Beijing dalam menjaga kepentingan inti nasionalnya.

Dia menyatakan penguatan persahabatan Korea Utara-China merupakan pilihan strategis yang tidak akan berubah dan menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Pyongyang.

Kehadiran Xi sangat disambut di Pyongyang. Kim menggelar upacara penyambutan kenegaraan besar-besaran untuk Xi di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang. Upacara diwarnai penghormatan 21 dentuman meriam, pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara, serta parade kehormatan militer Korea Utara.

Pada jamuan kenegaraan yang digelar Senin malam, Xi mengatakan hubungan China dan Korea Utara kini memasuki titik awal sejarah baru. Kedua pemimpin sepakat memperkuat komunikasi strategis, memperluas kerja sama praktis, mempererat hubungan antarmasyarakat, dan mendorong perkembangan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Xi, langkah tersebut akan membuka prospek yang lebih cerah bagi pembangunan sosialisme di kedua negara sekaligus memberikan kontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemajuan dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.