Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Layanan Tetap Prioritas
- Laba Bersih BCA Naik Rp 29,5 Triliun, Kredit Tembus 8 Persen di Semester I-2026
- Zinedine Zidane Resmi Tangani Timnas Prancis
- KPK: Dugaan Korupsi di Pemkot Bengkulu Terkait Pengelolaan Limbah Kesehatan
- Kapolda-Pangdam Jaya Sambangi Pangkormar, TNI-Polri Kompak Jaga Jakarta Kondusif
Dubes Abdalfatah Alsattari Nobar Dan Diskusi Film Palestine 3
Selasa, 28 Juli 2026 07:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan rakyat Indonesia atas kemerdekaan Palestina tidak ada habisnya. Hal ini terlihat dalam acara nonton bareng (nobar) dan public discussion film Palestine 36 di CGV FX Sudirman, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Ratusan warga Jakarta dan sekitarnya memenuhi kursi bioskop. Banyak yang hadir dengan dresscode terkait Palestina. Ada yang memakai keffiyeh, membawa bendera Palestina, sampai melukis wajah dengan warna hijau, putih, hitam dan merah.
Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari mengaku terharu melihat kasih sayang Indonesia untuk negara asalnya.
“Terima kasih yang terdalam dari saya dan kami semua rakyat Palestina. Indonesia selalu memperjuangkan kemerdekaan kami,” sebut Dubes Alsattari dalam pidato pembukanya.
Baca juga : Perumahan Laddaland Siap Tayang, Awi Suryadi Janjikan Film Horor Paling Sedih
Acara nobar ini dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama pada pukul 10.30 WIB dan sesi kedua pukul 14.30 WIB.
Palestine 36 adalah film drama sejarah garapan Sutradara Annemarie Jacir yang mengangkat kisah perjuangan rakyat Palestina pada masa revolusi 1936. Film yang dirilis pada 2025 ini menyoroti pergolakan antikolonial melawan Inggris, serta arus pengungsi Yahudi dari Eropa, yang menjadi titik balik penting dalam sejarah kawasan Timur Tengah.
Sang tokoh utama, Yusuf, digambarkan sebagai simbol rakyat Palestina yang berjuang mempertahankan identitas dan Tanah Air di tengah tekanan politik dan sosial.
Visual sinematik yang indah memperkuat pesan bahwa perjuangan rakyat Palestina bagian dari sejarah global yang tidak boleh dilupakan. Setiap adegan dirancang untuk menghadirkan nuansa emosional, sehingga penonton dapat merasakan penderitaan, sekaligus keteguhan hati masyarakat Palestina.
Baca juga : Dubes Achmad Rizal Purnama Hadiri Peresmian Pabrik Di Medan
“Selain aspek sejarah, film ini juga menekankan nilai kemanusiaan universal,” beber Dubes Alsattari.
Menurutnya, sosok Yusuf mewakili jutaan rakyat Palestina yang berjuang mempertahankan martabat di tengah penindasan.
“Pesan film ini relevan hingga kini,” ucapnya.
Dubes yang resmi bertugas di Indonesia pada 8 Juni 2026 ini berharap, film itu dapat menjadi refleksi nilainilai kemanusiaan yang menginspirasi penonton untuk memahami perjuangan sebuah bangsa.
Baca juga : Dubes Abdalfatah Alsattari Terharu, Sambut Kepulangan Relawan GSF
“Ini pengingat, tidak ada negara yang layak dijajah. Semua harus merasakan kemerdekaan hakiki,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya