Dark/Light Mode

Dubes Djauhari Oratmangun Boyong Chef Yuli Hartanto Ke Culinary Festival Beijing

Sabtu, 8 Agustus 2026 06:05 WIB
Dubes Indonesia  untuk China Djauhari Oratmangun (kanan) dan istri, Elsiwi Oratmangun, berfoto dengan Executive Sous Chef JW Marriott Surabaya Chef Yuli Hartanto (tengah) saat menghadiri Indonesian Culinary Festival di JW Marriott Hotel Beijing Central, China, Rabu (5/8/2026). (Fito KBRI Beijing)
Dubes Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun (kanan) dan istri, Elsiwi Oratmangun, berfoto dengan Executive Sous Chef JW Marriott Surabaya Chef Yuli Hartanto (tengah) saat menghadiri Indonesian Culinary Festival di JW Marriott Hotel Beijing Central, China, Rabu (5/8/2026). (Fito KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aroma  harum pala dan cengkeh tercium di antara deretan meja makan di JW Marriott Hotel Beijing Central, China, Rabu (5/8/2026). Aroma khas masakan Nusantara ini tercium di acara Indonesian Culinary Festival yang berlangsung pada 5-16 Agustus 2026.

Acara ini diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing berkolaborasi dengan JW Marriott Hotel Beijing Central dan Warisan Roemah Indonesia. Indonesian Culinary Festival menjadi panggung utama bagi hidangan-hidangan ikonis Indonesia untuk menggoyang lidah publik Beijing.

Mulai dari rendang yang kaya bumbu, gado-gado yang segar, tuna gohu, bakso malang, aneka sate, hingga nasi goreng kampung, disajikan secara otentik. Tak ketinggalan, kudapan tradisional seperti pisang goreng, dadar gulung dan kue cantik manis turut melengkapi perjalanan rasa para tamu.

Bagi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun, kelezatan kuliner bukan sekadar soal memanjakan lidah, melainkan sarana diplomasi yang ampuh. Makanan sering kali menjadi jembatan paling efektif dalam menembus sekat-sekat formal.

Dubes yang akrab disapa Djo itu mengalami sendiri. Menjadi diplomat puluhan tahun, dia sering menyaksikan banyak kesepakatan dari perundingan yang alot berakhir di meja makan. 

Baca juga : Dubes Indroyono Soesilo Bertemu Pebisnis Paman Sam, Diskusi Pangan Hingga AI

“Dialog dan saling pemahaman terbangun di sela-sela menikmati hangatnya kopi atau lezatnya makanan,” ujar Dubes Djo saat membuka festival.

Keanekaragaman kuliner Indonesia tak lepas dari status historisnya sebagai pusat rempah dunia.

Kekayaan rempah, kata Dubes Djo, tidak hanya memberi warna pada masakan di berbagai pulau di Nusantara, juga memberi pengaruh pada cita rasa kuliner se¬cara global.

Kehadiran rasa otentik tersebut dijaga Chef Yuli Hartanto, Executive Sous Chef JW Marriott Surabaya. Chef Yuli diboyong KBRI Beijing untuk menunjukkan kebolehannya. 

Bagi Chef Yuli, setiap piring yang disajikan membawa narasi kebudayaan yang mendalam. Sebab, masakan Indonesia adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang beragam, hangat dan berakar kuat pada kebersamaan.

Baca juga : Menko Airlangga Lirik Peluang Transfer Teknologi Robotika dan AI ke Indonesia

“Saya merasa terhormat dapat membawa makanan otentik Indonesia dengan berbagai latar belakang budaya di baliknya ke Beijing dan berbagi cita rasa Tanah Air saya dengan masyarakat di Beijing,” ungkapnya. 

Langkah KBRI Beijing dan JW Marriott Hotel Beijing Central ini disambut hangat oleh pihak hotel. General Manager JW Marriott Hotel Beijing Central Wang Huan melihat festival ini sebagai momentum penting untuk mempererat pertukaran budaya.

“Makanan memiliki kekuatan unik untuk menyatukan manusia. Festival ini adalah cara kami untuk menghormati kekayaan warisan kuliner Indonesia, sekaligus memperkuat ikatan antara kedua budaya kita,” ungkap Wang Huan.

Malam pembukaan festival ber¬langsung meriah. Suasana se¬makin semarak ketika maha¬siswi Indonesia di Beijing membawakan Tarian Tor Tor yang energik. 

Di sudut lain terdapat ruang¬ festival, promosi destinasi wisata unggulan Indonesia. Di antaranya wisata Bromo, Banyuwangi, Kawah Ijen, Wae Rebo, hingga Pantai Pink, turut dipamerkan untuk menarik minat wisatawan lokal.

Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Bangga, Dua Atlet Cilik Seluncur Indah Borong Medali

Sebagai informasi, Negeri Tirai Bambu tercatat sebagai salah satu negara tujuan utama ekspor rempah Indonesia seperti kapulaga, lada putih, pala, lada hitam, cengkeh dan kayu manis. 

China juga menjadi salah satu penyumbang wisatawan terbanyak bagi Indonesia. KBRI Beijing mencatat, angka kunjungan wisatawan China mencapai sekitar 1,3 juta orang pada tahun 2025. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.