Dark/Light Mode

KJRI Nouméa Dan AINO Jaga Warisan Jawa 130 Tahun Di Kaledonia Baru

Minggu, 9 Agustus 2026 20:06 WIB
KJRI Nouméa dan AINO menggelar Journée Culturelle untuk memperingati 130 tahun masyarakat Jawa di Kaledonia Baru, sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda. Dok. KJRI Noumea
KJRI Nouméa dan AINO menggelar Journée Culturelle untuk memperingati 130 tahun masyarakat Jawa di Kaledonia Baru, sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda. Dok. KJRI Noumea

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Nouméa bersama Association Indonésienne Nord Ouest (AINO) memperingati 130 tahun keberadaan masyarakat Jawa di Kaledonia Baru. Peringatan tersebut menjadi momentum menjaga warisan budaya Jawa sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat setempat.

Kegiatan bertajuk Journée Culturelle digelar di Koné, Kaledonia Baru, Sabtu (8/8/2026) waktu setempat. Acara mempertemukan masyarakat keturunan Indonesia dengan berbagai unsur budaya leluhur yang masih dipelihara hingga kini.

Konsul Jenderal RI di Nouméa Bambang Gunawan mengatakan, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan leluhur masyarakat Jawa yang datang dan menetap di Kaledonia Baru lebih dari satu abad lalu.

“Kegiatan ini melihat perjalanan generasi penerus dalam mempertahankan identitas dan keterikatan dengan budaya Indonesia,” ujar Bambang, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).

Baca juga : Diaspora Indonesia Di Kaledonia Baru Gelar Halal Bihalal

Menurut Bambang, AINO selama bertahun-tahun aktif memperkenalkan budaya Jawa kepada masyarakat di wilayah utara Kaledonia Baru. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan seni dan budaya serta pembinaan generasi muda keturunan Indonesia.

Budaya yang diperkenalkan meliputi bahasa, kesenian, tradisi, kuliner, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa. Pengetahuan tersebut diharapkan tetap dipahami generasi penerus dan semakin dikenal masyarakat Kaledonia Baru.

Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua AINO Carl Mahossem beserta pengurus dan panitia kegiatan. Menurutnya, menjaga warisan leluhur membutuhkan keterlibatan komunitas dan generasi penerus secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Bambang mengajak masyarakat menghayati nilai-nilai budaya Jawa yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya ungkapan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” yang mengajarkan pentingnya menghormati lingkungan dan masyarakat tempat tinggal.

Baca juga : Kebobolan 19 Kali, Kaledonia Baru Tetap Bangga Tampil Di Piala Dunia U-17

Ia juga mengingatkan makna urip iku urup, yang mengajarkan manusia untuk memberikan manfaat bagi sesama. Nilai tersebut dinilai tetap hidup dalam perjalanan masyarakat Jawa di Kaledonia Baru.

Sementara itu, Ketua AINO Carl Mahossem memaparkan sejarah kedatangan masyarakat Jawa serta kehidupan mereka setelah menetap di Kaledonia Baru. Pemaparan tersebut juga mengangkat sejumlah tradisi yang masih dikenal komunitas keturunan Indonesia hingga saat ini.

Salah satunya pemahaman mengenai weton yang berkaitan dengan keselarasan alam dan budaya. Tradisi tersebut juga mencakup pemahaman mengenai pemilihan hari tertentu yang dianggap baik untuk melaksanakan suatu kegiatan.

AINO menjadikan pemaparan sejarah dan tradisi tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya bagi generasi muda. Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat Kaledonia Baru secara lebih luas.

Baca juga : Brasil Vs Kaledonia Baru: Kembali 0-0

KJRI Nouméa turut menampilkan pertunjukan tari dan musik Indonesia selama kegiatan berlangsung. Sejumlah stan promosi juga memperkenalkan produk Indonesia yang telah tersedia di Kaledonia Baru.

Demonstrasi pengolahan mi instan Indonesia menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung. Masyarakat diperkenalkan pada cara penyajian yang lebih beragam dibandingkan petunjuk memasak yang tercantum pada kemasan.

Selain kegiatan budaya, KJRI Nouméa membuka layanan konsuler dan memberikan informasi mengenai kerja sama serta pariwisata Indonesia.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pelestarian budaya, pelayanan masyarakat, sekaligus promosi Indonesia di Kaledonia Baru. Upaya tersebut diharapkan menjaga hubungan masyarakat keturunan Jawa dengan akar budayanya sekaligus memperkuat pengenalan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.