Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang Tahun Baru, Lintasan Bali - Jawa Didominasi Truk Dan Mobil Pribadi
Rabu, 31 Desember 2025 17:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang tutup tahun, denyut mobilitas masyarakat di lintasan Bali–Jawa kembali menguat. Pada Selasa (30/12) atau H+5 Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus kendaraan dari Bali menuju Jawa terpantau meningkat, dengan dominasi kendaraan roda dua dan truk logistik.
Di tengah lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menilai, peningkatan trafik mencerminkan masih aktifnya pergerakan masyarakat, baik untuk arus balik liburan maupun distribusi logistik akhir tahun.
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) turut memberi ruang bagi masyarakat mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel, sehingga sebaran arus kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Menjelang Tahun Baru 2026, lintasan Bali - Jawa didominasi kendaraan pribadi dan truk. (Foto: Dok. ASDP)
Baca juga : Malam Tahun Baru, Penumpang Whoosh Diprediksi Naik 25 Persen
“Fleksibilitas perjalanan ini berdampak pada meningkatnya mobilitas, baik kendaraan pribadi, roda dua, maupun logistik. Tugas kami memastikan seluruh layanan tetap optimal di tengah dinamika tersebut,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan data Posko Pelabuhan Gilimanuk pada H+5 Nataru, jumlah penumpang tercatat mencapai 27.826 orang, meningkat 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.350 unit atau tumbuh 18,3 persen. Kenaikan paling signifikan terjadi pada truk logistik yang mencapai 1.821 unit, melonjak 34,6 persen, sementara kendaraan roda dua tercatat 3.798 unit atau naik 24,6 persen.
Data ini menunjukkan arus balik yang solid sekaligus terjaganya distribusi logistik menuju Jawa.
Baca juga : Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Diisi Doa Bersama dan Donasi Korban Bencana
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, bahwa ASDP telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga untuk mengantisipasi lonjakan trafik.
Windy menambahkan. seluruh kesiapan tersebut didukung oleh penguatan personel operasional, masing-masing 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk, serta penerapan delaying system dan buffer zone di sejumlah titik.
Terkait fasilitas pelabuhan, Windy menegaskan bahwa dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang saat ini tidak dioperasikan secara aktif, namun berstatus standby sebagai dermaga perbantuan.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses bongkar muatan dari Gilimanuk ke Ketapang apabila diperlukan, guna menjaga kelancaran arus dan fleksibilitas operasional.
“Dermaga ponton kami siagakan sebagai opsi pendukung. Pengoperasiannya bersifat situasional dan akan digunakan bila kondisi lapangan membutuhkan percepatan layanan,” ujar Windy.
Baca juga : Jelang Arus Balik Libur Tahun Baru, Bus Dan Logistik Ke Jawa Terus Meningkat
ASDP juga terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, KSOP, dan BPTD untuk memastikan operasional penyeberangan tetap aman di tengah potensi perubahan cuaca dan dinamika lapangan.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+5 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 374.347 orang, turun 4,4 persen dibandingkan tahun lalu, sementara total kendaraan mencapai 106.476 unit atau naik 2,3 persen.
Adapun arus dari Jawa ke Bali tercatat 381.165 penumpang, turun 4,9 persen, dengan total kendaraan 101.562 unit atau meningkat 1,1 persen.
"Dengan seluruh kesiapan, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas, memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik berjalan optimal hingga akhir periode libur Nataru," ujar Windy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya