Dark/Light Mode

Tuntut Reformasi Sistem Ujian Seleksi Kerja Di India

Pendemo Vs Polisi Saling Lempar Batu Dan Adu Jotos

Rabu, 12 Agustus 2026 06:10 WIB
Polisi menyemprotkan meriam air untuk membubarkan para mahasiswa dan pencari kerja yang melakukan aksi protes dan berupaya menerobos barikade dalam aksi “Vidhan Sabha Gherao” menuju Gedung Parlemen Jharkhand, India, Senin (10/8/2026). Foto: PT
Polisi menyemprotkan meriam air untuk membubarkan para mahasiswa dan pencari kerja yang melakukan aksi protes dan berupaya menerobos barikade dalam aksi “Vidhan Sabha Gherao” menuju Gedung Parlemen Jharkhand, India, Senin (10/8/2026). Foto: PT

RM.id  Rakyat Merdeka - Ribuan pelajar dan pencari kerja di Jharkhand, India, terlibat bentrok dengan polisi yang berjaga di depan gedung parlemen negara bagian tersebut. Para pendemo mendesak masuk ke gedung parlemen. Mereka menuntut reformasi sistem ujian rekrutmen yang dinilai bermasalah.

Aksi yang berlangsung Senin (10/8/2026) itu berujung saling lempar batu hingga adu jotos antara polisi dan pendemo.

Aparat kepolisian menyemprotkan meriam air untuk menghentikan laju demonstran yang bergerak menuju kompleks parlemen. Massa sebelumnya berjalan sambil membawa tuntutan agar proses rekrutmen tenaga kerja dan lembaga pelaksana ujian dibenahi secara menyeluruh.

Massa telah menggelar demonstrasi selama berminggu-minggu. Sejumlah peserta bahkan melakukan mogok makan sebagai bentuk desakan kepada Pemerintah negara bagian.

Masalah utama yang mereka soroti adalah dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan ujian rekrutmen. Mereka menuntut proses seleksi yang transparan, adil, serta bebas dari dugaan kebocoran soal dan praktik-praktik yang merugikan peserta.

Baca juga : Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Pemerintah negara bagian yang dipimpin partai regional yang berseberangan dengan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi telah menggelar beberapa putaran perundingan dengan kelompok mahasiswa. Namun, para demonstran menuntut agar penyelidikan dilakukan oleh lembaga federal yang tidak terafiliasi dengan Pemerintah negara bagian Jharkhand.

Dikutip dari Anadolu, Selasa (11/8/2026), Pemerintah Jharkhand mengaku telah memenuhi 98 persen tuntutan para demonstran. Namun, klaim tersebut belum mampu meredam aksi.

Salah satu tuntutan utama para mahasiswa dan pencari kerja adalah mereformasi lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas proses rekrutmen di negara bagian tersebut.

Aksi protes di Jharkhand ini terjadi setelah demonstrasi nasional di sektor pendidikan yang berlangsung selama beberapa pekan pada Juni-Juli lalu. Para demonstran menuntut pencopotan Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan terkait dugaan kebocoran soal ujian dan berbagai ketidakberesan dalam sistem pendidikan di negara tersebut.

Bagi para mahasiswa dan pencari kerja, kegagalan memastikan proses seleksi yang transparan bukan sekadar persoalan administratif. Tetapi menyangkut masa depan mereka di tengah ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan.

Baca juga : Mensesneg: Everything Is Okay

Di tengah tekanan tersebut, kelompok demonstran di berbagai wilayah India terus menuntut Pemerintah memberikan jaminan bahwa sistem ujian dan rekrutmen akan diperbaiki secara mendasar.

Aksi di Jharkhand menjadi tanda bahwa persoalan tersebut belum selesai. Pemerintah memang menyebut sebagian besar tuntutan telah dipenuhi. Tetapi para demonstran menilai, reformasi menyeluruh dan penyelidikan independen diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan terhadap sistem ujian rekrutmen.

Jharkhand telah lama bergulat dengan masalah pengangguran tinggi, sehingga pekerjaan di pemerintahan sangat diminati.

Persaingan untuk posisi pegawai negeri dan jabatan sektor publik lainnya, yang menawarkan jaminan kerja dan tunjangan kesehatan serta pensiun, berlangsung sangat ketat.

Proses rekrutmen Pemerintah secara rutin menarik minat ratusan ribu pelamar. Banyak anak muda menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi.

Baca juga : Karhutla Jadi Perhatian Serius Istana

Dalam salah satu proses rekrutmen baru-baru ini di Jharkhand, hampir 640 ribu lamaran diterima untuk 2.025 posisi. Pada kesempatan lain, lebih dari 322 ribu kandidat bersaing memperebutkan 510 lowongan.

Pemimpin Partai Kongres Rahul Gandhi mengecam penggunaan kekerasan yang dilakukan kepolisian di Jharkhand.

“Para mahasiswa memiliki hak melakukan protes secara damai dan hanya dialog yang dapat menghasilkan solusi,” ujarnya.

Persoalan ini telah menyebabkan lengsernya sejumlah pejabat senior. Mantan Ketua Komisi Layanan Publik Jharkhand ditangkap terkait dugaan kecurangan dalam ujian, sementara tiga anggota komisi lainnya telah mengundurkan diri. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 12 Agustus 2026 dengan judul "Tuntut Reformasi Sistem Ujian Seleksi Kerja Di India, Pendemo Vs Polisi Saling Lempar Batu & Adu Jotos"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.